Friday, September 19, 2014

Penryn and the End of Days: Angelfall

Masa-masa transisi dari dunia kampus dan dunia kerja memang selalu sangat-menyita-waktu.Aplagi jika perusahaan baru dimana kamu kerja memiliki kultur kerja yang sangat sibuk, sehingga hobi review dan menulis saya terancam (ups, curhat!). Nggak perlu khawatir, saya akan tetap menyita waktu untuk memberikan opini sinting dan lengkap terkait berbagai buku oke (dan mungkin belum terkenal) yang berhasil saya temukan.

Untuk posting pertama saya setelah sekian lama ini rehat, buku yang akan dibahas adalah sebuah novel baru terjemahaannya baru saja masuk ke toko buku Indonesia! Waw, jujur saya kaget sekali ketika melihat buku ini di rak buku baru Gramedia beberapa hari yang lalu, terutama karena di negara asalnya sendiri buku ini awalnya diterbitkan secara independen.

Heuuuuwww, mari kita membahas Angelfall, karya Susan Ee, buku pertama dari serial ini. Ngomong-ngomong, sampul yg saya tampilkan ini adalah sampul edisi asli yang jelas jauh-lebih-bagus daripada sampul edisi Indonesia (-_-)

Kisah ini berlatar dystopia, di sebuah masa ketika dunia telah mengalami Armageddon. Para Malaikat telah turun ke dunia, tetapi mereka tidak datang dengan membawa sisi mereka yang cinta damai dan penuh kasih sayang, mereka datang sebagai prajurit yang datang ke medan perang. Mereka menyatakan perang terhadap manusia dan hanya dalam beberapa minggu peradaban manusia pun berakhir, mereka yang tersisa berusaha mengais sisa-sisa untuk bertahan hidup, dan melarikan diri dari para malaikat yang sekarang menjadi penguasa dunia ini.

Penryn hanyalah seorang gadis biasa. Gadis yang dibebani tanggung jawab untuk menjaga adiknya yang cacat dan ibunya yang (ia anggap) agak tidak waras. Dengan mengais makanan dan barang-barang dari sisa toko dan rumah-rumah yang terbengkalai, ia terus berusaha untuk menjaga keluarganya untuk tetap hidup. Semua berjalan lancar selama beberapa minggu, sampai  pada suatu hari saat ia sedang mencari tambahan persediaan, secara tidak sengaja ia melihat sekelompok makhluk yang selalu dihindari semua manusia; malaikat. Hanya saja, sekelompok malaikat itu tidak berminat terhadap dirinya, mereka terlalu sibuk berusaha untuk menghajar seorang malaikat lain.

Malaikat itu ternyata berhasil membaik keadaan dan justru menghalau para penyerangnya walau ia terluka parah. Sayangnya, mereka tidak pergi dengan tangan kosong. Mereka pergi dengan membawa Paige, adik Penryn. Di dunia ini, satu-satunya hal berharga bagi Penryn adalah keluarganya, terutama adiknya. Ia akan lakukan apapun untuk mendapatkan adiknya kembali, walau itu artinya harus melintasi negeri dan menuju ke pusat kekuatan para malaikat di dunia. Sebuah tujuan bunuh diri, dan tidak mungkin berhasil menurut semua orang. Tetapi, Penryn memiliki satu kunci bagi keselamatan adiknya; malaikat yg terluka parah.


Friday, March 21, 2014

Ketika harapan dan tragedi terjalin; Daughter of Smoke and Bone

Setelah sekian lama blog ini begitu sepi dan saya tinggalkan, saya mohon maaf sebesar-besarnya untuk teman-teman pendatang setia yang belum mendapat info baru (padahal menunggu-nunggu). Huh, skripsi itu benar-benar melelahkan, apalagi jika judulnya susah dan datanya banyaaaak (T_T).

Namun, saya masih tetap konsisten dengan blog tercinta ini sebagai seorang pencinta buku, jadi sekarang adalah giliran untuk review buku yang merupakan crown jewel diantara semua buku yang baru kutemukan. Apa judulnya? Para pembaca, kuperkenalkan dengan Daughter of Smoke and Bone, karya Laini Taylor, yang bisa ditemukan di toko buku Gramedia sejak beberapa bulan yang lalu. Sebuah buku bergenre fantasi yang begitu indahnya dan kreatifnya sehingga aku merasa ia pantas bersanding dengan Harry Potter. Hanya saja, dengan tema yang lebih kelam - jauh lebih kelam. 

Buku ini bersetting di Praha. Kenalkan tokoh utama kita, Karou. Sekilas ia seperti seorang anak perempuan biasa, sebiasa mungkin bagi seorang pelajar seni di Praha. Ia seorang pelukis yang berbakat, agak eksentrik dengan rambut biru dan tato di tubuhnya. Ia amat lekat dengan sahabatnya Zuzana, dan sedang punya masalah dengan mantan-pacarnya Kaz. Tapi, memangnya berapa seniman yang eksentrik, dan ada berapa remaja yang punya sahabat dan masalah dengan mantan pacar? Sangat biasa. 

Kecuali bahwa Karou tidak biasa. Ia tidak punya keluarga, atau nama belakang. Bahkan Zuzana dan Kaz tidak tahu apapun tentang latar belakang Karou. Ia bisa berbicara lebih dari 20 bahasa, sering menghilang selama beberapa hari untuk melakukan 'tugas misterius', dan punya kemampuan untuk membuat beberapa permintaan jadi kenyataan. Dan ia menggambar monster di buku gambarnya, monster-monster yang teman-teman Karou kenal dengan baik karena ia sering bercerita tentang mereka dan apa yang sedang mereka lakukan. Bukan hal aneh, berapa orang kreatif di dunia ini? Kecuali bahwa semua monster itu memang ada, semua yang Karou ceritakan itu nyata, dan monster-monster itu adalah satu-satunya keluarga yang Karou miliki. 

Monster-monster itu disebut chimaera. Mereka seperti gabungan antara tubuh manusia dengan berbagai jenis hewan. Issa, Yagi, Twiga, dan Brimstone. Mereka berempat adalah keluarga Karou. Mereka lah yang membesarkan Karou sejak kecil, dengan alasan yang Karou tidak pernah tahu. Karou tumbuh di tempat yang ia sebut toko Brimstone. Di tempat yang berada di dimensi berbeda inilah Karou tumbuh, dan melihat berbagai orang yang datang untuk membeli sihir Brimstone; sihir untuk mengabulkan berbagai permohonan. Hanya satu jenis bayaran yang diterima Brimstone: gigi. Gigi berbagai jenis makhluk yang entah mengapa sangat penting bagi para chimaera. Dan demi gigi-gigi itulah Karou pergi untuk tugas-tugas misteriusnya; mengumpulkan gigi untuk Brimstone. Mulai dari St. Petersburg ke Marrakesh, mulai dari gigi Mammoth sampai gigi manusia. 

Friday, December 06, 2013

Perang Menyelamatkan Manusia, Ender's Game

Rasanya review ini sedikit terlambat karena booming buku ini lewat filmnya sudah lewat beberapa minggu yang lalu. Akan tetapi, aku berpendapat bahwa buku bagus pantas untuk dikenalkan, terlepas animo pasar yang mungkin sudah lewat. Pembuatan review buku ini memang sedikit lebih susah daripada biasanya karena aku sangat jarang membaca science-fiction, tetapi karena buku ini memang keren aku memaksa diriku untuk menulisnya. Terlebih lagi, buku ini masih banyak di toko buku. Jadi, kita masuki saja Ender's Game, Orson Scott Card.

Ini adalah bumi di masa depan. Umat manusia bersatu dan melupakan peran antar sesamanya setelah umat manusia hampir disapu bersih oleh invasi makhluk luar angkasa, yang disebut Bugger (atau Formic, terserah kalian deh). Bugger adalah makhluk berakal seperti manusia, tetapi berbentuk serangga dan memiliki pikiran kolektif layaknya semut atau lebah. Kedatangan pertama para Bugger disebut sebagai Invasi Pertama, dan inilah saat ketika manusia mengetahui keberadaan makhluk berakal selain mereka. Walaupun Invasi Pertama berhasil dihentikan, beberapa puluh tahun kemudian para Bugger melancarkan serangan besar-besaran yang disebut sebagai Invasi Kedua. 

Para Bugger memiliki teknologi yang jauh lebih maju daripada manusia. Satu-satunya alasan umat manusia masih selamat adalah karena mereka memiliki komandan perang paling brilian di masa itu, Mazer Rackham, yang berhasil mengalahkan para Bugger dengan strategi. Sejak saat itu, umat manusia menunggu dengan takut akan tibanya waktu ketika para Bugger menyerang lagi. Kekhawatiran inilah yang melatarbelakangi kuatnya posisi International Fleet (IF), yang terdiri dari militer seluruh dunia dan melakukan berbagai cara untuk menemukan solusi dalam melawan para Bugger. Perang Bugger juga mengakomodasi keberadaan Hegemoni, pemerintahan gabungan seluruh dunia, yang memastikan setiap negara 'bersikap baik' dan mengakomodasi usaha perlawanan Bugger.

Salah satu aturan utama yang diterapkan Hegemoni adalah Hukum Pembatasan Populasi yang dengan tegas melarang sebuah keluarga memiliki lebih dari dua anak. Anak ketiga, disebut sebagai Third, tidak dapat menerima pendidikan ataupun fasilitas apapun dari pemerintah. Keluarga, atau bahkan negara, yang tidak patuh akan terasing dan tidak mendapat bantuan dari Hegemoni.

Selama bertahun-tahun, IF merekrut anak jenius dari seluruh penjuru dunia untuk bergabung dengan fasilitas pelatihan militer mereka, Battle School, yang bertujuan untuk menciptakan anggota-anggota militer yang tangguh. Akan tetapi, tidak hanya sekedar prajurit, tujuan utama Battle School adalah menciptakan seorang komandan perang, seorang Mazer Rackham baru, yang akan memimpin militer dunia dalam mempertahankan bumi dari para Bugger.  Betapa ironisnya ketika solusi keselamatan manusia ini justru datang dalam bentuk anak yang tidak diakui pemerintah, dalam wujud seorang Third.