Thursday, October 30, 2014

Book V, Prekuel, segala informasi terbaru dari Christopher Paolini terkait Alagaesia

Tidak terasa, sudah cukup lama juga kita berpisah dengan Eragon, Saphira, dan Inheritance Cycle sejak terbitnya buku keempat, Inheritance. Walaupun memberikan penutupan yang elegan dan bagus (yah, bisa diperdebatkan sih), Paolini masih saja menyentil para fans dengan berbagai petunjuk yang bertebaran di buku ketiga dan keempat tentang berbagai hal dan cerita yang menunggu di depan (apa perlu kita daftar berbagai petunjuk itu?)

Sentilan ini berubah menjadi penantian ketika Paolini mengkonfirmasi bahwa ia memang telah menyiapkan kisah lanjutan Inheritance, yang sementara ini kita sebut Book V. Akan tetapi, jelas bahwa buku ini akan menjadi sebuah novel yang berdiri sendiri. Selain itu, ada juga informasi tentang kisah prekuel yang juga dipertimbangkan Paolini.

Jadi, pertanyaannya: apa saja kira-kira kisah yang akan diangkat Paolini di Book V? siapa saja tokoh lama, dan baru, yang akan muncul? Apa pendapat Paolini tentang berbagai even di Inheritance cycle? Dan yang terpenting, kapan Book V ini akan terbit? Berikut adalah berbagai info yang sudah diperoleh fans melalui Q&A yang dirangkum oleh Shurtugal.com. Saya cantumkan saja beberapa informasi yang, relevan, ground-breaking, dan what the...? (^_^)

Tuesday, October 28, 2014

The Heroes of Olympus: The Blood of Olympus

Di tengah pekerjaanku yang sedang padatnya ini buku terakhir dari seri yang amat aku (dan kita semua) tunggu, The Heroes of Olympus, akhirnya mencapai babak terakhir dengan terbitnya buku kelima; The Blood of Olympus. Walaupun aku memperoleh buku ini di hari pertama, kerjaan yang sedang menumpuk membuatku hanya dapat membaca sepulang kerja (baca: jam 9 malam ke atas) dan baru belakangan ini akhirnya selesai jugaaaa.

Jadi, bagaimana kesan pertamaku setelah menyelesaikan buku ini. Hmm.... tidak mengecewakan, elegan dan memuaskan, memberikan penutup yang pantas (*cough *lirik Alegiant). Akan tetapi, jika harus membandingkannya dengan the Last Olympian, kisah penutup serial Percy Jackson, aku dengan menyesal harus menyampaikan; this a different book, and in a different level with the Last Olympian (T_T). Tapi protes dapat menanti di bagian lagi, oke?

Our beloved uncle Rick benar-benar tahu bagaimana caranya memulai sebuah buku yang merupakan akhir dari seri. The Last Olympian dimulai langsung dengan Percy dijemput Beckendorf lalu meledakkan kapal pesiar Luke (good old time *weps), The Serpent's Shadow dimulai dengan Carter dan Sadie mencari Kitab Memunahkan Apophis versi Setne dan BAAAM, sedangkan The Blood of Olympus dimulai dengan Jason sebagai orang tua (ehm?), bersama Piper dan Annabeth sedang dalam penyamaran untuk menyusup ke Ithaca, istana lama Odysseus, dimana para spirit jahat sedang berkumpul besar-besaran
untuk mendukung Gaea. Mereka menyamar sebagai spirit yang dibangkitkan Gaia, terima kasih pada kemampuan mengendalikan Kabut Hazel yang semakin keren saja.

Tujuan mereka menyusup adalah untuk mendapat informasi, karena mereka bertujuh sedang dihadapkan pada pilihan sulit; kemana dan arah mana yang akan mereka ambil, jalur mana yang paling aman bagi mereka. Untungnya informasi ini dapat mereka peroleh ketika salah satu ghoul, Antinous, menganggap Jason sebagai salah satu orang mati yang dibawa Gaia kembali, yang bernama Iros. Dari celotehan para ghoul itu Jason mendapat informasi yang amat penting; 1) Porphyrion (Raja Raksasa, kalian ingat?) teryata berada di Athena dan disanalah mereka akan membangkitkan Gaia, 2) Semua jalan yang tersedia bagi mereka telah ditutup, satu-satunya yang aman adalah melewati Peloponnesse, 3) Delphi tidak lagi dibawah kuasa Apollo, artinya kekuatan ramalan telah tertutup.

Mendapatkan informasi yang mereka butuhkan, Jason hendak pergi dengan segera sebelum para ghoul menyadari siapa mereka. Akan tetapi, ia dihadap oleh tak lain dan tak bukan, hantu sesama Romawi, Michael Varus. Ingat siapa dia? Buka lagi Son of Neptune kawan, Varus adalah praetor Legiun yang memimpin misi-berubah-bencana untuk mendapatkan kembali Elang ke Greenland. Ia telah kembali untuk melayani Gaea, tetapi bukan ia yang benar-benar mengenal Jason. Sesosok hantu lain-lah yang datang untuk Jason, ibu Jason dan Thalia, Beryl Grace. Ia kembali sebagai sesosok remnant, sisa dari dirinya di masa lalu, dan meminta Jason untuk bergabung bersama dirinya dan meninggalkan pihak para dewa.

Yep, kalian tahu bagaimana ending kejadian ini. Jason tidak mungkin dapat terhasut, terutama karena ada Piper dan Annabeth. Tetapi, tetap saja, kenangan Jason tentang ibunya adalah kenangan terburuk yang ia ingat dan disinilah ia harus menghadapi mimpi buruknya. Akan tetapi, berkat Piper dan Annabeth, Jason dapat berdiri kembali dan melenyapkan remnant ibunya. Bersama mereka bertiga melawan semua ghoul dan spirit yang ada di tempat itu. Mereka berhasil menang, tetapi Varus berhasil menikam Jason dengan pedang dari emas imperial, tepat menembus perut Jason. Piper dan Annabeth
berhasil menjaga Jason dan kembali ke kapal, tetapi sebelum itu mereka berhasil mendapat saran dari Juno untuk mengambil jalan lewat Peloponnese, mencari dewi kemenangan, Nike, di Olympia, dan berusaha bertemu Apollo dan Artemis di Dellos.

Di sisi lain, perjalanan Reyna, Nico, dan pelatih Hedge tidak berjalan mulus. Dalam sebuh lompatan dengan perjalanan bayangan, mereka nyaris mendarat tepat di atas kawah Vesuvius. Dengan bantuan Reyna, Nico berhasil menyelamatkan mereka. Akan tetapi, kali ini mereka mendarat di kota dengan sejarah tragedi paling mengerikan dalam sejarah, Pompeii. Nico harus beritirahat untuk mengembalikan kekuatannya sebelum melakukan lompatan lagi, sehingga mereka terjebak di Pompeii untuk sementara. Saat itulah Reyna mendapat visi mimpi tentang apa yang terjadi di Legiun, dan bagaimana Octavian berbuat semena-mena untuk memastikan kekuasaannya. Reyna juga mendapatkan ancaman dari Gaia tentang pemburu yang telah dikirim untuk mengejar mereka. Sialnya, sebelum mereka sempat meninggalkan Pompeii, Gaia memberi mereka 'hadiah' berupa hantu romawi bertubuh tanah yang bahkan tidak dapat dikendalikan Nico.

Tidak ada yang mudah sama sekali bagi kedua perjalanan ini. Ketujuh demigod mendapat kabar tidak menyenangkan dari Nike, bahwa salah satu dari tujuh demigod akan mati, dan tidak ada yang dapat dilakukan untuk menghentikan hal itu. Perjalanan Reyna dan Nico juga tidak mudah, ketika Reyna dihantui oleh masa lalunya, dan Nico oleh masa depannya. Seiring dengan setiap lompatan bayangan, Nico semakin melebur dengan kegelapan. Hades sudah mengingatkan Nico bahwa ia sangat mungkin tidak akan dapat bertahan. Tetapi mereka harus tetap maju karena satu-satunya cara memulihkan para
dewa, menyatukan kedua perkemahan, DAN menghentikan Gaia adalah membawa kembali Athena Parthenos. Tetapi, apa yang menunggu mereka di depan ketika mereka semua sudah tahu kehilangan apa yang menanti mereka di depan???

Friday, September 19, 2014

Penryn and the End of Days: Angelfall

Masa-masa transisi dari dunia kampus dan dunia kerja memang selalu sangat-menyita-waktu.Aplagi jika perusahaan baru dimana kamu kerja memiliki kultur kerja yang sangat sibuk, sehingga hobi review dan menulis saya terancam (ups, curhat!). Nggak perlu khawatir, saya akan tetap menyita waktu untuk memberikan opini sinting dan lengkap terkait berbagai buku oke (dan mungkin belum terkenal) yang berhasil saya temukan.

Untuk posting pertama saya setelah sekian lama ini rehat, buku yang akan dibahas adalah sebuah novel baru terjemahaannya baru saja masuk ke toko buku Indonesia! Waw, jujur saya kaget sekali ketika melihat buku ini di rak buku baru Gramedia beberapa hari yang lalu, terutama karena di negara asalnya sendiri buku ini awalnya diterbitkan secara independen.

Heuuuuwww, mari kita membahas Angelfall, karya Susan Ee, buku pertama dari serial ini. Ngomong-ngomong, sampul yg saya tampilkan ini adalah sampul edisi asli yang jelas jauh-lebih-bagus daripada sampul edisi Indonesia (-_-)

Kisah ini berlatar dystopia, di sebuah masa ketika dunia telah mengalami Armageddon. Para Malaikat telah turun ke dunia, tetapi mereka tidak datang dengan membawa sisi mereka yang cinta damai dan penuh kasih sayang, mereka datang sebagai prajurit yang datang ke medan perang. Mereka menyatakan perang terhadap manusia dan hanya dalam beberapa minggu peradaban manusia pun berakhir, mereka yang tersisa berusaha mengais sisa-sisa untuk bertahan hidup, dan melarikan diri dari para malaikat yang sekarang menjadi penguasa dunia ini.

Penryn hanyalah seorang gadis biasa. Gadis yang dibebani tanggung jawab untuk menjaga adiknya yang cacat dan ibunya yang (ia anggap) agak tidak waras. Dengan mengais makanan dan barang-barang dari sisa toko dan rumah-rumah yang terbengkalai, ia terus berusaha untuk menjaga keluarganya untuk tetap hidup. Semua berjalan lancar selama beberapa minggu, sampai  pada suatu hari saat ia sedang mencari tambahan persediaan, secara tidak sengaja ia melihat sekelompok makhluk yang selalu dihindari semua manusia; malaikat. Hanya saja, sekelompok malaikat itu tidak berminat terhadap dirinya, mereka terlalu sibuk berusaha untuk menghajar seorang malaikat lain.

Malaikat itu ternyata berhasil membaik keadaan dan justru menghalau para penyerangnya walau ia terluka parah. Sayangnya, mereka tidak pergi dengan tangan kosong. Mereka pergi dengan membawa Paige, adik Penryn. Di dunia ini, satu-satunya hal berharga bagi Penryn adalah keluarganya, terutama adiknya. Ia akan lakukan apapun untuk mendapatkan adiknya kembali, walau itu artinya harus melintasi negeri dan menuju ke pusat kekuatan para malaikat di dunia. Sebuah tujuan bunuh diri, dan tidak mungkin berhasil menurut semua orang. Tetapi, Penryn memiliki satu kunci bagi keselamatan adiknya; malaikat yg terluka parah.