Jika Tak Dapat Menunggu Inheritance (Eragon book 4) edisi Indonesia ....

Anda tertarik dengan mendownload e-book gratis? Aku tidak menyarankan. Aku orang yang berusaha menghindari pembajakan, selama masih mungkin untuk dapat membelinya. Aku hanya membaca e-book gratisan jika aku akan membeli sebuah novel serial yang aku tidak tahu bagus atau tidak. Aku juga menyadari bahwa membaca e-book di layar elektronik dalam bahasa Inggris hanya memiliki separuh atau kurang kesenangan membaca buku edisi Indonesia. 

(Ya ampun, pengantarnya banyak amat!)

Tetapi, aku menyadari bahwa setiap orang berbeda-beda. Lalu, mengingat bahwa sangat banyak orang masuk ke blog ku karena setengah mati mencari info soal buku keempat Paolini ini, Eragon 4, dengan judul resminya Inheritance. Jadi, setelah mencarinya cukup lama, aku menemukan sebuah link hidup yang menyediakan e-book Inheritance yang baru terbit 8 November 2011 kemarin. Jika kalian ingin mendownload Inheritance ini, silakan masuk ke site ini.

Aku sudah mendownloadnya, membukanya, dan membaca sepotong bagian pertama. Ini asli, bukan fan fiction. Jadi, jika kalian yakin bahwa kalian ingin membacanya, silakan di-download. Ini dia potongan Eragon 4, Inheritance.

Chapter 1 Into the Breach

The dragon Saphira roared, and the soldiers before her quailed.

“With me!” shouted Eragon. He lifted Brisingr over his head, holding it aloft for all to see. The bluesword flashed bright and iridescent, stark against the wall of black clouds building in the west. “For the Varden!”


An arrow whizzed past him; he paid it no mind. 

The warriors gathered at the base of the slope of rubble Eragon and Saphira were standing upon answered him with a single, full-throated bellow: “The Varden!” They brandished their own weapons and charged forward, scrambling up the tumbled blocks of stone.

Eragon turned his back to the men. On the other side of the mound lay a wide courtyard. Two hundred or so of the Empire’s soldiers stood huddled within. Behind them rose a tall, dark keep with narrow slits for windows and several square towers, the tallest of which had a lantern shining in its upper rooms. Somewhere within the keep, Eragon knew, was Lord Bradburn, governor of Belatona—the city the Varden had been fighting to capture for several long hours.


With a cry, Eragon leaped off the rubble toward the soldiers. The men shuffled backward, although they kept their spears and pikes trained on the ragged hole Saphira had torn in the castle’s outer wall.


Saya tidak baca lebih dari ini. Saya sendiri memutuskan untuk "menyegel" buku itu dalam harddisk saya sampai entah kapan (>_<). Anda?????

Perjuangan dan Pengorbanan. Devil's Kiss

Apakah Anda sedang mencari novel yang berbeda dengan genre umum? Anda mencari sebuah dark story, konflik emosional, kisah penuh aksi (dengan pedang, bela diri, dll), fantasi yang menggunakan dasar mitologi agama, dan (yang paling penting) tokoh utama seorang gadis tangguh yang keren? Jika YA, Anda harus baca novel ini, Devil's Kiss by Sarwat Chadda.

*sigh* Aku baru membaca english e-book saja. Jadi, mungkin aku lebih menggunakan istilah dan kutipan bahasa Inggris. Tetapi, novel ini keren banget jadi begitu aku temukan edisi Indonesia aku akan langsung beli (^_^). Btw, spoiler alert!

Tokoh utama kita adalah Billi SanGreal, putri dari Master Ksatria Templar. Templar? Yup, Ksatria Templar yang itu, yang bertarung di Perang Salib, salah satu organisasi paling berkuasa yang pernah ada, dan konon menemukan harta di bawah Kuil Solomon (jika sudah baca The Da Vinci Code kalian pasti sudah tahu semua legenda Templar, kan)

Billi adalah satu-satunya wanita yang menjadi Ksatria Templar. Ia, ayahnya, dan tujuh orang lain adalah Ksatria Templar di masa kini, yang tersisa dari pemusnahan Templar. Kini beroperasi di London abad 21, Templar telah mengakhiri perang agama yang mereka geluti di masa lalu dan beralih ke perang yang lebih penting, perang demi menyelamatkan manusia. Perang melawan para Unholy, makhluk-makhluk supernatural yang memangsa manusia. The Bataille Tenebrause. 

Billi tidak pernah meminta untuk menjadi seorang Templar dengan kehidupan berdarah yang dipenuhi tuntutan ayahnya. Tetapi, nasib seperti sudah digariskan untuknya. Ibunya dibunuh oleh ghul (atau vampir) saat ia berusia 5 tahun. Ketika ia berusia 10 tahun, ayahnya menunjukkan dan membawa ia ke dunia ini. Sekarang sudah 5 tahun berlalu, dan ia menyadari bahwa ia tidak ingin menjadi Templar. Tetapi, inilah takdirnya. Atau, betulkah begitu?

Depresi yang dialami Billi seakan bertambah ketika teman masa kecilnya, Kay, kembali setelah satu tahun pergi ke Jerussalem. Kay diadopsi oleh Templar ketika kecil dan tumbuh bersama Billi. Ia adalah Oracle Templar. Menurut Billi, Kay kembali sebagai orang yang berbeda. Ia menganggap Kay seperti ayahnya, mengutamakan tugas sebagai Templar di atas segalanya. Tetapi, bagaimanapun Kay memiliki tempat spesial di hati Billi. Sampai Billi bertemu Mike Harbinger. Pemuda tampan itu menyentuh hati Billi dengan sikap perhatiannya, dan kemampuannya memahami penderitaan Billi. Sayangnya, Billi tak punya waktu untuk masalah pribadi karena Templar menghadapi masalah serius, yang hanya mungkin disebabkan seorang grigori, Dark Angel, Pengawas.

Manhwa underground super keren, Ares

Dari judul di atas, mungkin dapat ditebak bahwa komik ini adalah sebuah manhwa. Dan perludikatakan bahwa sedikit sekali penggermar komik yang tahu keberadaan manhwa ini, ARES.

Kisah dimulai dengan deksripsi geografis latar manhwa ini. Kisah kita bersetting utama di negara Chronos, yang selama waktu panjang diliputi peperangan. Di barat Chronos ada Radink Alliance, persekutuan beberapa negara yang dipimpin oleh kerajaan Daraak. Di timur ada kerajaan Silonica, sekutu Chronos. Dan di selatan ada kerajaan Isiris. Sekilas membuat kalian bosan? Hapalkanlah karena ini akan menjadi semakin penting seiring kisah (^_^).

Kisah kita bersentral pada seorang bocah bernama Ares yang membaca pengumuman tentang perekrutan bagi anggota baru Temple Mercenaries, sebuah kelompok prajurit bayaran terkenal. Karena tidak punya uang dan makanan, ia memutuskan pergi ke sana. Di saat yang sama, seorang pemuda juga membaca pengumuman yang sama dan berniat untuk pergi ke sana juga. Pemuda itu bernama Michael. Ares dan Michael bertemu secara tidak sengaja saat mereka menghajar beberapa preman yang mengacau di restoran. Saat itulah mereka menyadari keahlian masing-masing sebagai ahli pedang yang tangguh. Selain mereka berdua, ada juga seorang anggota baru Temple lain yang amat tangguh. Ia bernama Baroona. Mereka menjadi prajurit kelas C. Masuknya mereka ke Temple Mercenaries ini adalah awal dari kisah mereka.

Misi pertama yang mereka ikuti adalah menjadi anggota pasukan yang dikirim untuk memberantas sekelompok perampok yang menteror sebuah desa. Pemimpin perampok ini adalah Shion, seorang mantan jenderal dan pahlawan Chronos. Ia meninggalkan ketentaraan karena muak dengan sikap kerajaan yang tidak memperhatikan rakyatnya. Orang kedua di kelompok adalah seorang mantan anggota Temple Mercenaries yang legendaris, Bloodmaster Carnival. Ia amat tangguh. Akhirnya, Michael bertarung melawan Carnival dan memberikan kesempatan bagi Ares dan yang lain untuk menghadapi sang pemimpin. Setelah duel yang berat, Michael mengalahkan Carnival. Tetapi, Michael tidak membunuhnya. Ia justru membawa Carnival pergi dan mengatakan bahwa "Carnival belum boleh mati di pertarungan kecil seperti ini".

Semetara itu, Ares menghadapi sang bos, Shion, yang amat tangguh dengan pedang super beratnya. Setelah pertarungan yang amat berat, Ares berhasil mengalahkannya. Sebelum mati, Shion meminta agar anak buahnya diizinkan pergi dengan selamat. Ares mengiakan permintaan itu dan membunuh Shion. Pertarungan pertama ini meningkatkan reputasi Ares, Baroona, dan Michael di kalangan Temple Mercenaries.

The Heroes of Olympus: The Son of Neptune

Akhirnya, Percy is back! Tak lain dan tak bukan di seri kedua dari The Heroes of Olympus. Judulnya, Son of Neptune. Seperti yang bisa ditebak. Ini adalah lanjutan dari The Lost Hero. (Btw, spoiler alert!)

Sebelumnya, kita berkenalan dengan Jason, Piper, dan Leo serta kembali ke Camp Half-blood tercinta kita. Sekarang, akhirnya kita kembali bertemu Percy (yes!), berkenalan dengan Hazel dan Frank, serta mengunjungi Camp Jupiter untuk pertama kalinya. Jupiter? Yeps, seperti yang bisa ditebak, buku ini (akhirnya) bercerita tentang camp untuk Roman demi-god dan sisi Romawi para dewa.

Kisah bersetting sekitar 7-8 bulan sejak The Lost Hero. Dimulai dengan Percy yang melintasi San Fransisco menuju Roman camp dengan dikejar dua Gorgon, saudari Medusa. Dia tidak ingat siapa dan darimana ia berasal. Ia hanya ingat bahwa namanya adalah Percy Jackson, dan seorang gadis bernama Annabeth (so sweet!) Dua gorgon itu berkali-kali dibunuh tetapi terus hidup kembali. Alasan Percy masih hidup adalah karena ia masih menyandang kutukan Achilles dan membawa riptide.

Setelah menjatuhkan diri dari tebing demi melarikan diri, Percy melihat sebuah terowongan. Terowongan, yang bagi orang yang dapat melihat menembus Kabut, adalah sebuah jalan masuk. Saat itulah Percy bertemu seorang wanita tua yang menyebut dirinya June. June mengatakan bahwa terowongan itu adalah jalan masuk ke Camp, dan ia meminta Percy membawanya ke sana. Di sana ia dibantu oleh dua penjaga terowongan itu, dua anak bernama Frank dan Hazel. Mereka membantu Percy melarikan diri dari para gorgon. Setelah melewati terowongan sampailah mereka di sebuah lembah, dengan kota dan perkembahan militer. Roma, Camp Jupiter.