Saturday, September 26, 2009

The Magicians' Guild, Sebuah Kisah Fantasi Mengesankan

Sudah lama nggak menulis di blog ini. NAH, saat mudik saya menemukan sebuah buku bagus saat menjelajah Gramedia di kota kelahiran (^_^). Lebih bagus, ini adalah novel fantasi favoritku. Bagus banget, sebab sejak "menemukan" Eragon, Bartimaeus Trilogy, dan Magyk aku belum menemukan buku baru lagi.

Buku yang akan kita bahas kali ini adalah buku pertama dari The Black Magician Trilogy karya Trudi Canavan, The Magicians' Guild, atau dalam bahasa Indonesia Persekutuan Penyihir. Buku ini berkisah tentang Sonea, gadis muda yang tinggal di Pemukiman kumuh di Kota Imardin, Kyralia. Pada musim dingin setiap tahunnya, Raja Kyralia memerintahkan diadakannya Pembersihan Kota, dimana semua orang yang dianggap "membahayakan" kota seperti para pengemis, gelandangan, dan pencuri diusir keluar kota. Penduduk Pemukiman Kumuh selalu melawan tetapi tentunya mereka tidak bisa melakukan apa-apa sebab perintah Raja ini dilaksanakan tidak hanya oleh tentara biasa, tetapi juga oleh Persekutuan Penyihir.

Para penduduk tetap melawan untuk menunjukkan rasa tidak suka mereka, walaupun hanya sekedar melempar batu, yang tidak berguna sama sekali menghadapi perisai para penyihir. Sonea, yang juga membenci Persekutuan karena semua yang sudah mereka lakukan juga ikut serta. Mengerahkan semua kemarahan dan kebenciannya kepada sebuah batu lemparannya, batu itu berhasil merusak perisai dan melukai seorang penyihir dibaliknya. Tanpa Sonea sadari, ternyata ia memiliki kekuatan sihir yang besar, begitu besar sehingga dapat muncul dengan sendirinya, dan kemarahannya saat itu telah memicunya menggunakan kekuatan itu.

Pemukiman Kumuh geger. Sonea melarikan diri dan disembunyikan oleh temannya, Cery. Sonea yakin Persekutuan akan membunuhnya sebab mereka sudah membunuh seorang pemuda ketika kejadian itu. Di saat bersamaan, terjadi keributan di Persekutuan. Para penyihir membicarakan kejadian yang terjadi saat Pembersihan Kota dan bagaimana mereka akan menyikapinya. Kematian pemuda itu adalah kesalahan fatal dan mereka juga membicarakan tentang Sonea. Selama ini Persekutuan hanya menerima murid penyihir dari Wisma-Wisma bangsawan. Tetapi, kekuatan Sonea begitu besar sehingga tidak dapat dibiarkan saja. Jika Sonea tidak diajarkan bagaimana mengendalikannya, kekuatan itu suatu saat akan hilang kendali dan akan menghancurkan dirinya dan semua yang ada di sekitarnya. Persekutuan bertekad untuk menemukan Sonea, sedangkan masyarakat kelas bawah bertekad menyembunyikan Sonea.

Di sini kita diajak memandang kejadian ini dari dua sudut pandang, yakni sudut pandang Sonea dan temannya Cery, serta sudut pandang para penyihir yang diwakili dua penyihir bernama Rothen dan Dannyl. Rothen adalah penyihir tua yang mengkhawatirkan nasib Sonea. Ia-lah yang paling berusaha untuk menemukan Sonea.

Konflik antar kelas memang konflik paling terasa di buku ini. Dimulai dari Pembersihan Kota yang diperintahkan Raja, keengganan para penyihir menerima anggota dari kelas yang lebih rendah, kebencian buta penduduk Pemukiman Kumuh terhadap para penyihir, sampai konflik utamanya, seorang penyihir bernama Fergun yang berusaha mengambil alih hak mendidik Sonea dari Rothen padahal ia memiliki maksud tersembunyi. Baru di akhir buku kita baru kita akan bertemu misteri sekaligus konflik yang lebih mengerikan dari seorang penyihir yang berkuasa. Misteri ini sekaligus awal dari konflik utama trilogi ini (ups, spoiler!)

Benar-benar harus dibaca loh. Buku ini adalah satu-satunya buku tahun ini selain Brisingr yang membuatku penasaran banget tiap halamannya. Konflik dan alur menarik, tema yang sekilas tidak masuk akal (sihir) padahal juga bertema nyata (kehidupan kelas bawah, konflik kelas, dll). Dan berbagai karakter yang menarik, menyebalkan, membuat penasaran, dan menarik kekaguman. Seperti karakter Rothen yang bijaksana dan menimbulkan kenyamanan, karakter Dannyl yang easy-going, Fergun, penipu yang menyebalkan, Cery yang cerdik dan setia, para Pencuri dan kehidupan mereka, sampai Para Penyihir Tinggi seperti sosok Ketua Harian Lorlen yang menimbulkan kekaguman bagiku dan sosok Ketua Tertinggi Akkarin yang menciptakan rasa hormat sekaligus penasaran dan misteri.

Sekali lagi, benar-benar direkomendasikan dan wajib baca untuk para penggemar buku fantasi ..!!!

Artikel Terkait :




No comments:

Post a Comment