Tuesday, February 05, 2013

The Son of Sobek: Ketika Kane Chronicles bertemu Percy Jackson and the Olympians


Halo para pernggemar Rick Riordan, kalian pernah ngebayangin nggak apa yang terjadi jika PERCY JACKSON ketemu CARTER KANE??? 

Yups, saat kita para Riordaners sedang galau menunggu buku 4 Heroes of Olympus, House of Hades, yang baru terbit 8 Oktober 2013 nanti, kita disuguhi asupan gila ini. Jadi, setelah sekian lama para fans mengiba-iba kepada Rick Riordan untuk menulis crossover serial Percy Jackson dan Kane Chronicles, akhirnya pada 31 Januari kemarin beliau menyampaikan sebuah informasi menghebohkan via twitternya @camphalfblood : 

Want to read an excerpt from The Son of Sobek, the first short story featuring Percy Jackson AND Carter Kane?"

Yes, we want!! Sialnya, kita belum dapat membaca versi penuhnya, yang konon sepanjang 40 halaman (ya, ini bukan novel. hanya semacam "cerita pendek"). Versi penuhnya akan muncul bersama rilis The Serpent's Shadow edisi paperback pada 7 Mei 2013 nanti. Dan setelah rilis, well, kita lihat aja nanti bisa baca dimana ..... Untuk saat ini, puas dahulu dengan potongan kisahnya yang bisa cek DI SINI. 

Jadi, kenapa akhirnya Riordan menulis permohonan fans ini setelah sekian lama? Nah, kita bisa tahu mengapa dengan melihat blog beliau. Berikut poinnya:

This is something fans have been asking me to do for years, but why this story and why now? My publisher Disney-Hyperion was looking for something fun to add to the paperback version of The Serpent's Shadow, which comes out May 7 -- something to encourage folks who haven't yet tried the Kane Chronicles to pick up the series. I decided what the heck. Let's throw Carter and Percy together in a Greek-Egyptian dilemma and see what happens. The result was SO much fun to write.

Berikut adalah beberapa ringkasan dan simpulan saya dari excerpt tersebut

  1. Bagian ini ditulis dari sudut pandang Carter.
  2. Carter diselamatkan Percy dari dalam perut buaya raksasa yang sepertinya menjadi inti konflik cerita pendek ini (well, makanya judulnya Son of Sobek, lol)
  3. Uhm, yah keduanya saling memahami bahwa masing-masing bukan manusia fana biasa. Carter menganggap Percy penyihir, dan Percy menganggap Carter demigod, tepatnya ia menebak putra Ares (mananya Carter yg mirip putra Ares, eh?)
  4. Si buaya raksasa (anak Sobek, mungkin?) telah cukup lama menteror daerah sekitar, tepatnya Long Island. Carter sedang memburunya karena, eh, faktor tanggung jawab mungkin. Sedangkan Percy memburunya karena wilayah Long Island (Perkemahan Blasteran, terutama) ia anggap rumahnya sendiri. Apalagi buaya itu memangsa beberapa pegasus perkemahan.
  5. Dengan asumsi Carter bahwa usia Percy sekitar 17 tahun, kutebak setting kisah ini adalah ANTARA The Last Olympian dan The Lost Hero. Yep, sebelum Percy dan Jason ditukar oleh Hera. Karena secara logika cerita tidak mungkin antara Battle of the Labyrinth dan The Last Olympian.
  6. Dengan asumsi lagi bahwa ketiga seri Kane Chronicles sangat padat dan berdekatan waktunya (tidak jelang waktu lama seperti antar buku di serial Percy Jakson), kita dapat menarik kesimpulan bahwa Carter tidak mungkin punya waktu "berburu buaya" saat ia sedang sibuk dengan Apophis. Jadi, setting kisah ini terjadi SETELAH The Serpent's Shadow. Ini juga didukung fakta bahwa Carter jelas menyatakan dirinya sebagai Head of Brooklyn House dan telah bertemu hampir semua penyihir Amerika Utara.
  7. Jadi (banyak amat "jadi"-nya, ya?), saya berasumsi lagi bahwa Riordan mengeset agar pertarungan Ra vs Apophis itu keliatannya bersamaan dengan para dewa vs Typhon. Hmm, pas banget ketika kedua bencana besar terjadi bersamaan.
  8. Seteah ini terjadi sesuatu yang tidak menyenangkan, dan aku sangat penasaran apa hasil "salah mantra" Carter itu (Yah, Percy mungkin menjatuhkan seluruh sungai ke atasnya, lol).
Uhuh, sekian analisa nggak jelas saya. Nikmati ceritanya dan mari merintih bersama menunggu versi lengkapnya, lol. Cekidot cuplikannya pembukaannya berikut:


The surface of the river churned with bubbles. The crocodile was gone, but standing in the marsh about twenty feetaway was a teenage guy in jeans and a faded orange T-shirt that said CAMP something. I couldn’t read the rest. He looked a little older than me—maybe seventeen—with tousled blackhair and sea-green eyes. What really caught my attention was his sword—a straight double-edged blade glowing with faint bronze light.


I’m not sure which of us was more surprised.

Artikel Terkait :




1 comment:

  1. HEI! 8 OKTOBER SUDAH LEWAT! LALU BAGAIMANA?!!

    ReplyDelete