Showing posts with label novel fantasi. Show all posts
Showing posts with label novel fantasi. Show all posts

Monday, January 05, 2009

Saingan Baru Harry, Septimus Heap


Setelah demam Harry Potter (hampir) berakhir dengan terbitnya buku ke-7, muncul buku baru yang tidak kalah dengan Harry. Apalagi kalau bukan serial baru karya Angie Sage, kisah Septimus Heap.

Hyo hyo...buku ini sudah (cukup) lama terbit di Indonesia. Tetapi, entah kenapa, ni buku kelihatannya belum ramai dibahas oleh bookaholic Indonesia. Ya.. coba aja ketikkan keyword Septimus Heap magyk di paman google. Dan kalian akan melihat bahwa tulisan dari Indonesia masih sedikit. Padahal buku ini bagus sekali.

Buku pertama dari serial ini berjudul magyk. Kisahnya bermula dengan kelahiran putra ketujuh seorang Penyihir Biasa Silas Heap, Septimus. Begitu putranya lahir, Silas pergi menemui tabib untuk mengambil obat untuk putranya yang baru lahir. Dalam perjalanan pulang, Silas menemukan seorang bayi perempuan di tengah hutan bersalju. Anak itu ditakdirkan untuk menjadi anakmu, begitulah perkataan bayangan yang muncul ketika Silas mengambil anak itu. Silas memutuskan untuk membawa anak itu ke rumahnya. Betapa kagetnya Silas saat istrinya Sarah mengatakan bahwa putra mereka Septimus meninggal. Sejak saat itu, bayi perempuan itu menjadi keluarga mereka. Mereka menamakannya Jenna.

Ternyata, Jenna adalah sang Putri pewaris Kastil. Ibunya, sang Ratu terbunuh ketika Jenna baru lahir. Ia dibunuh oleh para pengawalnya sendiri, yang kemudian mengambil alih kuasa Kastil. Bersama dengan sang Ratu, mantan guru Silas, sang Penyihir LuarBiasa Alther Mella juga terbunuh. Tetapi, ternyata sang Putri selamat. Setelah mengetahui hal tersebut, Silas dan Sarah bertekad menjaga Jenna.

Setelah lewat sepuluh tahun, keberadaan Jenna terungkap juga. sang Penyihir LuarBiasa, murid Alther, Marcia Overstrand (yang dahulu memberikan Jenna pada Silas) membawa Jenna pergi dari Kastil demi keselamatannya. Silas dan seorang putranya Nicko memaksa untuk pergi bersama Jenna. Bersama dengan mereka ikut seorang anak bernama Bocah 412, anggota Laskar Pemuda; yakni satuan pembuangan bagi para anak laki-laki yatim piatu di kastil, yang mereka selamatkan saat tertimbun salju. Ternyata kepergian Marcia dan Jenna membuat mantan Penyihir LuarBiasa, sang necromancer DomDaniel yang dahulu berhasil diusir Alther, dapat kembali ke Kastil. Maka dimulailah usaha panjang Jenna, Nicko, Marcia, Silas, dan Bocah 412 untuk menjatuhkan DomDaniel.

Siapa sih tokoh utama ni novel? ya.. memang di awal novel belum terlihat secara pasti siapa sebenarnya tokoh utama novel ini. Tetapi, seiring berjalannya cerita, fokus penceritaan akan terpusat pada dua tokoh penting, yakni Jenna dan Bocah 412. Eh, kenapa Bocah 412 yang muncul tiba-tiba di cerita bisa jadi tokoh utama? YAH, sebab.... Baca aja ceritanya....

Novel ini punya daya tarik. Ceritanya juga asyik dengan alur dan banya kejadian yang tidak dapat diduga. Banyak kejutan yang muncul dalam cerita sehingga membalik tiap halaman adalah hal yang menyenangkan. Untuk para pencinta buku umumnya, novel ini pantas sekali dibaca. Dan untuk para Pottermania yang masih merasa kehilangan (^_^), novel ini bisa jadi pelipur lara yang menyenangkan.

Tuesday, December 30, 2008

Dunia-dunia Lain dalam His Dark Materials

His Dark Materials adalah sebuah novel trilogi fantasi yang ditulis oleh Philip Pullman. Novel ini sangat terkenal dan banyak mendapat penghargaan. Tapi sayangnya, masih jarang dikenal di Indonesia.

Buku ini berkisah tentang sebuah dunia, yang mirip dunia kita, tetapi agak berbeda. Di dunia itu, semua orang memiliki sesuatu yang disebut daemon, yakni manifestasi jiwa berbentuk binatang. Kisahnya tentang seorang anak perempuan bernama Lyra. Selama ini, dia hidup dengan tenang di Akademi Jordan. Tetapi hidupnya berubah drastis sejak pertemuannya dengan wanita bernama Mrs. Coulter.

Nasib membawanya pergi jauh ke Utara, bertemu para penyihir, berhadapan dengan beruang berbaju besi, dan akhirnya melintasi batas dunia dan pergi ke dunia lain. Beruntung, dalam perjalanannya, Lyra ditemani daemonnya, Pantalaimon, dan sebuah benda bernama alethiometer, yang selalu memberikan “kebenaran” bagi Lyra. Perjalanannya juga membawanya bertemu dengan Will, seorang anak laki-laki yang juga memiliki takdir besar seperti Lyra. Bersama, mereka mengakhiri konflik ribuan tahun antar dunia. Tetapi, pada akhirnya, takdir memisahkan mereka berdua.

Trilogi His Dark Materials ini terdiri dari The Golden Compass (atau The Northern Light), The Silver Knife, dan The Amber Spyglass. Cara penceritannya yang indah dan mencekam serta alur yang tidak bisa diprediksi membuatnya asyik untuk dibaca. Hanya saja, sebagai orang religius, ada yang perlu saya beritahu sebelum anda membacanya. Terutama pada novel ketiga,terasa ada sejenis sikap anti-agama dalam penceritaannya. Ini dirasakan sebab kisah utama di novel ini adalah perang melawan Kerajaan Surga dan Otoritas, dengan kata lain (kasarnya), perang melawan Tuhan. Tetapi, terlepas dari fakta itu, jika anda bisa memilah mana yang baik dan buruk, dan membacanya sebagai sebuh hiburan dan sastra, buku ini sangat direkomendasikan untuk dibaca (^_^).

Saturday, December 27, 2008

The Chronicles of Narnia, sebuah impian tak terbatas

Para pencinta novel fantasi nggak mungkin nggak tahu novel keren yang satu ini kan.
The Chronicles of Narnia merupakan sebuah seri kisah yang ditulis oleh C.S. Lewis, yang merupakan sahabat dari sang legenda, J.R.R. Tolkien, sang pencipta The Lord of the Rings. Narnia terdiri dari tujuh buku, yang satu dan yang lain (tentunya) saling berhubungan.
Buku ini berkisah tentang sebuah negeri bernama Narnia. Inti dari kisah ini adalah kedatangan beberapa anak dari dunia kita ke dunia Narnia untuk membantu dan menyelamatkan Narnia. Narnia adalah sebuah dunia dimana binatang-binatang dapat berbicara dan sama pintarnya dengan manusia. Mereka hidup berdampingan bersama paa manusia di dunia Narnia yang indah, tetapi selalu menjadi rebutan makhluk-makhluk lain yang ingin menguasai Narnia.
Menurutku, buku yang paling keren di antara semua buku Narnia adalah The Lion, The witch, and the Wardrobe. Betapa kisah pertarungan di buku ini adalah yang paling serius. Tentang bagaimana Aslan mengorbankan diri untuk Edmund dengan membiarkan dirinya dibunuh Jadis, Peter berhadapan satu lawan satu dengan Jadis di dalam perang, Edmund menghancurkan tongkat sihir Jadis, Susan dan Lucy menyaksikan bagaimana Jadis dan pasukannya menyiksa Aslan. Pokoknya keren banget (^_^). tetapi ini pendapatku lho...

Kenapa judul tulisan ini adalah sebuah impian tak terbatas?? Sebab, Lewis, sama seperti sahabatnya, Tolkien, tidak mengakhiri cerita ciptannya ini. Mereka memberikan kemungkinan bagi para fans untuk melanjutkan cerita ini di dalam khayalan mereka. Ini dapat dilihat pada kalimat terakhir di buku Narnia yang terakhir, The Last Battle;
“Dan bagi kita ini akhir dari semua kisah, dan kita bisa dengan yakin berkata mereka hidup bahagia selamanya. Tapi bagi mereka ini hanyalah permulaan kisah sebenarnya. Sepanjang hidup mereka di dunia ini dan segala petualangan mereka di Narnia hanyalah sampul dan halaman judul: kini akhirnya mereka memulai Bab Satu Kisah Agung yang belum pernah dibaca siapapun di bumi, yang berlangsung abadi, di mana dalam setiap bab lebih menyenangkan daripada sebelumnya.”

Monday, December 15, 2008

The Lord of The Rings, Epik Legendaris Sepanjang masa



Novel fantasi yang mengangkat kisah-kisah fiksi sedang meledak di berbagai penjuru dunia belakangan ini. Setelah pada tahun 1999-2008 novel Harry Potter meledak sedemikian rupa sehingga memecahkan rekor sebagai buku terlaris sepanjang masa, sekarang hadir lagi berbagai novel bergenre fantasi, seperti Eragon, The Bartimaeus Trilogy, sampai novel yang sedang meledak belakangan ini, Twilight.
Banyak pencinta buku yang mengira bahwa era ini dimulai dengan meledaknya serial Harry Potter di berbagai penjuru dunia (mungkin saja anda juga berpendapat begitu ^_^). Yah, tetapi itu sebenarnya salah, karena fenomena Harry Potter masih kalah bila dibandingkan dengan fenomena yang terjadi pada tahun 1950-an. Apa lagi kalau bukan fenomena The Lord of the Rings Trilogy, sebuah fenomena yang tetap bertahan setelah lewat puluhan tahun.
Banyak orang yang mengatakan bahwa semua novel fantasi saat ini, terutama yang bertemakan sihir dan mengambil ide dari mitologi kuno, berkiblat kepada karya legendaris J.R.R Tolkien ini. Diterbitkan tahun 1955, epik karya Tolkien ini menyedot perhatian, diskusi, fans, bahkan pemujaan dari banyak orang. Ditulis dengan begitu detail dan menyeluruh, Tolkien menciptakan sebuah dunia lain lengkap dengan bangsa, sejarah, legenda, dan bahasanya sendiri. Sebuah hal yang tidak pernah ada sepanjang sejarah fiksi umat manusia.
Aku kira kalian sudah tahu kisah lengkapnya (yang belum tahu klik di sini, ). Pastinya kalian mengetahui kalau kisah Tolkien ini tidak hanya terbatas pada ketiga buku The Lord of the Rings saja, tetapi juga tedapat prekuel dari Lord of the Rings, yakni The Hobbit.

Ini belum ditambah buku-buku karya Tolkien yang ditulis untuk melengkapi “kisah dan sejarah” dunia ciptaannya itu seperti the Red Book of Westmarch (Buku catatan-nya Bilbo Baggins), The Silmarillion (kisah penciptaan Middle Earth dan kisah Perang Besar Pertama), dan The Histories of the Middle Earth (sejarah lengkap Middle Earth, terutama setelah kisah di The Lord of the Rings) yang terdiri dari 6 buku dengan harga lebih dari Rp 100.000 kalau tidak salah (^_^) .

Sialnya, yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia hanya The Hobbit saja (Apes banget sih...). Ini menyebabkan para fans Tolkien di Indonesia hanya dapat mencari buku impor berbahasa Inggrisnya. Tetapi, kenapa tidak? Ciri khas seorang fans sejati Tolkien adalah selalu ingin mengetahui semua yang diciptakan Tolkien.....
Yup.... The Lord of the Rings telah memikat semua penggemarnya dari berbagai penjuru dunia selama lebih dari dua dekade. Seorang fans The Lord of the Rings berbeda dengan fans novel-novel lain. Mereka mengagumi dan memuja tidak hanya kisahnya saja. Mereka ingin mengetahui semuanya, sejarah, legenda, dan timeline kejadian semua kisah itu. Dan Tolkien juga selalu memenuhi rasa penasaran fans-nya itu dengan karya yang ‘sempurna’.
Keagungan Karya Tolkien ini membuat karyanya ini lebih agung dan melegenda dibandinkan dua novel fantasi lain yang kurang lebih seangkatan dengan Lord of the Rings, yakni trilogy His Dark Materials-nya Philip Pullman dan The Chronicles of Narnia yang ditulis oleh teman dekat Tolkien, Lewis.

Sekarang, sudah puluhan tahun sejak kematian Tolkien. Tetapi, karyanya tak pernah mati. Puluhan buku dan web di internet mendedikasikan diri mereka untuk merangkum, membahas, dan menambah pengetahuan para fans Toklien tentang Middle Earth. Kisahnya juga tidak pernah selesai, karena Tolkien telah menciptakan sebuah dunia baru, sebuah dunia yang memiliki kisah yang tidak pernah berakhir, dimana kejahatan akan selalu bangkit untuk melawan kebaikan, dan dunia itu siap diiisi oleh kisah baru yang diciptakan sendiri oleh para fans Tolkien sesuai dengan dasar yang sudah diwariskan Tolkien kepada mereka.