Showing posts with label novel terjemahan. Show all posts
Showing posts with label novel terjemahan. Show all posts

Friday, September 19, 2014

Penryn and the End of Days: Angelfall

Masa-masa transisi dari dunia kampus dan dunia kerja memang selalu sangat-menyita-waktu.Aplagi jika perusahaan baru dimana kamu kerja memiliki kultur kerja yang sangat sibuk, sehingga hobi review dan menulis saya terancam (ups, curhat!). Nggak perlu khawatir, saya akan tetap menyita waktu untuk memberikan opini sinting dan lengkap terkait berbagai buku oke (dan mungkin belum terkenal) yang berhasil saya temukan.

Untuk posting pertama saya setelah sekian lama ini rehat, buku yang akan dibahas adalah sebuah novel baru terjemahaannya baru saja masuk ke toko buku Indonesia! Waw, jujur saya kaget sekali ketika melihat buku ini di rak buku baru Gramedia beberapa hari yang lalu, terutama karena di negara asalnya sendiri buku ini awalnya diterbitkan secara independen.

Heuuuuwww, mari kita membahas Angelfall, karya Susan Ee, buku pertama dari serial ini. Ngomong-ngomong, sampul yg saya tampilkan ini adalah sampul edisi asli yang jelas jauh-lebih-bagus daripada sampul edisi Indonesia (-_-)

Kisah ini berlatar dystopia, di sebuah masa ketika dunia telah mengalami Armageddon. Para Malaikat telah turun ke dunia, tetapi mereka tidak datang dengan membawa sisi mereka yang cinta damai dan penuh kasih sayang, mereka datang sebagai prajurit yang datang ke medan perang. Mereka menyatakan perang terhadap manusia dan hanya dalam beberapa minggu peradaban manusia pun berakhir, mereka yang tersisa berusaha mengais sisa-sisa untuk bertahan hidup, dan melarikan diri dari para malaikat yang sekarang menjadi penguasa dunia ini.

Penryn hanyalah seorang gadis biasa. Gadis yang dibebani tanggung jawab untuk menjaga adiknya yang cacat dan ibunya yang (ia anggap) agak tidak waras. Dengan mengais makanan dan barang-barang dari sisa toko dan rumah-rumah yang terbengkalai, ia terus berusaha untuk menjaga keluarganya untuk tetap hidup. Semua berjalan lancar selama beberapa minggu, sampai  pada suatu hari saat ia sedang mencari tambahan persediaan, secara tidak sengaja ia melihat sekelompok makhluk yang selalu dihindari semua manusia; malaikat. Hanya saja, sekelompok malaikat itu tidak berminat terhadap dirinya, mereka terlalu sibuk berusaha untuk menghajar seorang malaikat lain.

Malaikat itu ternyata berhasil membaik keadaan dan justru menghalau para penyerangnya walau ia terluka parah. Sayangnya, mereka tidak pergi dengan tangan kosong. Mereka pergi dengan membawa Paige, adik Penryn. Di dunia ini, satu-satunya hal berharga bagi Penryn adalah keluarganya, terutama adiknya. Ia akan lakukan apapun untuk mendapatkan adiknya kembali, walau itu artinya harus melintasi negeri dan menuju ke pusat kekuatan para malaikat di dunia. Sebuah tujuan bunuh diri, dan tidak mungkin berhasil menurut semua orang. Tetapi, Penryn memiliki satu kunci bagi keselamatan adiknya; malaikat yg terluka parah.


Friday, March 21, 2014

Ketika harapan dan tragedi terjalin; Daughter of Smoke and Bone

Setelah sekian lama blog ini begitu sepi dan saya tinggalkan, saya mohon maaf sebesar-besarnya untuk teman-teman pendatang setia yang belum mendapat info baru (padahal menunggu-nunggu). Huh, skripsi itu benar-benar melelahkan, apalagi jika judulnya susah dan datanya banyaaaak (T_T).

Namun, saya masih tetap konsisten dengan blog tercinta ini sebagai seorang pencinta buku, jadi sekarang adalah giliran untuk review buku yang merupakan crown jewel diantara semua buku yang baru kutemukan. Apa judulnya? Para pembaca, kuperkenalkan dengan Daughter of Smoke and Bone, karya Laini Taylor, yang bisa ditemukan di toko buku Gramedia sejak beberapa bulan yang lalu. Sebuah buku bergenre fantasi yang begitu indahnya dan kreatifnya sehingga aku merasa ia pantas bersanding dengan Harry Potter. Hanya saja, dengan tema yang lebih kelam - jauh lebih kelam. 

Buku ini bersetting di Praha. Kenalkan tokoh utama kita, Karou. Sekilas ia seperti seorang anak perempuan biasa, sebiasa mungkin bagi seorang pelajar seni di Praha. Ia seorang pelukis yang berbakat, agak eksentrik dengan rambut biru dan tato di tubuhnya. Ia amat lekat dengan sahabatnya Zuzana, dan sedang punya masalah dengan mantan-pacarnya Kaz. Tapi, memangnya berapa seniman yang eksentrik, dan ada berapa remaja yang punya sahabat dan masalah dengan mantan pacar? Sangat biasa. 

Kecuali bahwa Karou tidak biasa. Ia tidak punya keluarga, atau nama belakang. Bahkan Zuzana dan Kaz tidak tahu apapun tentang latar belakang Karou. Ia bisa berbicara lebih dari 20 bahasa, sering menghilang selama beberapa hari untuk melakukan 'tugas misterius', dan punya kemampuan untuk membuat beberapa permintaan jadi kenyataan. Dan ia menggambar monster di buku gambarnya, monster-monster yang teman-teman Karou kenal dengan baik karena ia sering bercerita tentang mereka dan apa yang sedang mereka lakukan. Bukan hal aneh, berapa orang kreatif di dunia ini? Kecuali bahwa semua monster itu memang ada, semua yang Karou ceritakan itu nyata, dan monster-monster itu adalah satu-satunya keluarga yang Karou miliki. 

Monster-monster itu disebut chimaera. Mereka seperti gabungan antara tubuh manusia dengan berbagai jenis hewan. Issa, Yagi, Twiga, dan Brimstone. Mereka berempat adalah keluarga Karou. Mereka lah yang membesarkan Karou sejak kecil, dengan alasan yang Karou tidak pernah tahu. Karou tumbuh di tempat yang ia sebut toko Brimstone. Di tempat yang berada di dimensi berbeda inilah Karou tumbuh, dan melihat berbagai orang yang datang untuk membeli sihir Brimstone; sihir untuk mengabulkan berbagai permohonan. Hanya satu jenis bayaran yang diterima Brimstone: gigi. Gigi berbagai jenis makhluk yang entah mengapa sangat penting bagi para chimaera. Dan demi gigi-gigi itulah Karou pergi untuk tugas-tugas misteriusnya; mengumpulkan gigi untuk Brimstone. Mulai dari St. Petersburg ke Marrakesh, mulai dari gigi Mammoth sampai gigi manusia. 

Friday, December 06, 2013

Perang Menyelamatkan Manusia, Ender's Game

Rasanya review ini sedikit terlambat karena booming buku ini lewat filmnya sudah lewat beberapa minggu yang lalu. Akan tetapi, aku berpendapat bahwa buku bagus pantas untuk dikenalkan, terlepas animo pasar yang mungkin sudah lewat. Pembuatan review buku ini memang sedikit lebih susah daripada biasanya karena aku sangat jarang membaca science-fiction, tetapi karena buku ini memang keren aku memaksa diriku untuk menulisnya. Terlebih lagi, buku ini masih banyak di toko buku. Jadi, kita masuki saja Ender's Game, Orson Scott Card.

Ini adalah bumi di masa depan. Umat manusia bersatu dan melupakan peran antar sesamanya setelah umat manusia hampir disapu bersih oleh invasi makhluk luar angkasa, yang disebut Bugger (atau Formic, terserah kalian deh). Bugger adalah makhluk berakal seperti manusia, tetapi berbentuk serangga dan memiliki pikiran kolektif layaknya semut atau lebah. Kedatangan pertama para Bugger disebut sebagai Invasi Pertama, dan inilah saat ketika manusia mengetahui keberadaan makhluk berakal selain mereka. Walaupun Invasi Pertama berhasil dihentikan, beberapa puluh tahun kemudian para Bugger melancarkan serangan besar-besaran yang disebut sebagai Invasi Kedua. 

Para Bugger memiliki teknologi yang jauh lebih maju daripada manusia. Satu-satunya alasan umat manusia masih selamat adalah karena mereka memiliki komandan perang paling brilian di masa itu, Mazer Rackham, yang berhasil mengalahkan para Bugger dengan strategi. Sejak saat itu, umat manusia menunggu dengan takut akan tibanya waktu ketika para Bugger menyerang lagi. Kekhawatiran inilah yang melatarbelakangi kuatnya posisi International Fleet (IF), yang terdiri dari militer seluruh dunia dan melakukan berbagai cara untuk menemukan solusi dalam melawan para Bugger. Perang Bugger juga mengakomodasi keberadaan Hegemoni, pemerintahan gabungan seluruh dunia, yang memastikan setiap negara 'bersikap baik' dan mengakomodasi usaha perlawanan Bugger.

Salah satu aturan utama yang diterapkan Hegemoni adalah Hukum Pembatasan Populasi yang dengan tegas melarang sebuah keluarga memiliki lebih dari dua anak. Anak ketiga, disebut sebagai Third, tidak dapat menerima pendidikan ataupun fasilitas apapun dari pemerintah. Keluarga, atau bahkan negara, yang tidak patuh akan terasing dan tidak mendapat bantuan dari Hegemoni.

Selama bertahun-tahun, IF merekrut anak jenius dari seluruh penjuru dunia untuk bergabung dengan fasilitas pelatihan militer mereka, Battle School, yang bertujuan untuk menciptakan anggota-anggota militer yang tangguh. Akan tetapi, tidak hanya sekedar prajurit, tujuan utama Battle School adalah menciptakan seorang komandan perang, seorang Mazer Rackham baru, yang akan memimpin militer dunia dalam mempertahankan bumi dari para Bugger.  Betapa ironisnya ketika solusi keselamatan manusia ini justru datang dalam bentuk anak yang tidak diakui pemerintah, dalam wujud seorang Third. 

Wednesday, October 09, 2013

The Heroes of Olympus: The House of Hades

To my wonderful readers
Sorry about the last cliff-hanger.
Well, no, not really. HAHAHAHA
But seriously, I love you guys.
--- Rick Riordan

God of Olympus! Uncle Rick benar-benar paham bagaimana caranya membuat kita semua fansnya mencak-mencak saking kesalnya. Setelah akhir The Mark of Athena membuat kita semua melongo begitu shock-nya, sekarang ia bergurau dengan kita tentang cliff-hanger itu. Oke. Maaf diterima. 

Setelah selama satu tahun membuat perut kita melilit karena menantikan apa yang terjadi dengan Percy dan Annabeth, akhirnya tanggal 8 Oktober ini kita mendapatkan apa yang kita tunggu; seri keempat Heroes of Olympus, The House of Hades. Dan saya langsung membacanya di hari terbit ini. 

Opini pertama setelah selesai: Wuih, baru menarik napas panjang setelah buku ini selesai. Betulan! Begitu banyak aksi dan kejadian diremas dalam satu buku sampai aku sadar betapa enaknya bernapas dalam dan panjang setelah selesai membaca buku ini. Tapi, mari kita urut membahasnya (^_^). Ngomong-ngomong buku in berisi begitu banyak kengerian, ketegangan dan informasi luar biasa yang kontroversial sehingga Anda menghadapi kemungkinan besar untuk SPOILER ALERT. Anda sudah diperingatkan.

Kisah The House of Hades dimulai beberapa hari setelah akhir Mark of Athena. Argo II, sekarang hanya diawaki oleh Leo, Jason, Piper, Hazel (dan Pelatih Hedge), sedang berusaha melewati sebuah pegunungan untuk meninggalkan Italia dengan selamat, menuju Yunani. Mereka dihadapkan jalan buntu; melewati celah gunung tidak mungkin karena para dewa gunung, numina montanum (atau ourae, terserah kalian) menghalangi mereka. Lewat laut juga bukan pilihan, dengan hilangnya .... Percy (T_T). Saat kebingungan inilah, Arion (kuda paling keren di dunia!) datang mencari Hazel untuk membawanya ke suatu tempat, yang kemungkinan dapat memberi mereka jawaban. Tentu dengan asumsi Hazel dapat bertahan hidup (yaiks! hari biasa demigod).

Di sinilah kita bertemu dengan Hecate. Yep, Hecate sang Dewi Sihir, Kabut, dan Persimpangan. Ia menyatakan ketertarikannya kepada Hazel, terutama dengan menyatakan bakat magis Hazel yang sangat kuat. Akan tetapi, yang lebih penting adalah pilihan dan kemungkinan masa depan yang ia tunjukan pada Hazel. Barat akan membawa mereka kembali pulang dengan Athena Parthenos, mungkin dapat mencegah pertumpuhan darah antara Perkemahan Jupiter dan Perkemahan Blasteran. Timur adalah jalan yang sulit dengan hadangan para dewa gunung, dan kemungkinan besar hancurnya Argo II. Kemungkinan kecil mereka dapat mencapai Epirus, Wisma Hades. Tapi arah ini juga dapat membebaskan tanggung jawab mereka. Mereka akan selamat dan perang melawan Gaea akan kalah atau menang tanpa mereka. 

Masalahnya, jalan manapun yang dipilih akan berakhir pada satu hal mutlak: kematian Percy dan Annabeth. Dan hal ini jelas TIDAK masuk menu Hazel. Hecate lalu menawarkan satu jalur lagi: Utara. Melintasi Italia hingga titik terjauh lalu baru melintasi pantai timur menuju Yunani. Jalan jauh dan memutar sehingga mungkin tidak terprediksi oleh Gaea dan pasukannya. Akan tetapi, ada satu syarat mutlak untuk dapat melewati jalur ini dengan selamat: Hazel harus belajar mengendalikan Kabut. Yups, S-I-H-I-R. Jika Hazel gagal, berarti kematian dan kegagalan bagi mereka semua. Tentunya jalur inilah yang dipilih Hazel karena ia tidak mungkin meninggalkan misi ataupun teman-temannya (baca: Percy dan Annabeth).

Jauh, jauh di dalam kedalaman Tartarus. Annabeth merasa ia dan Percy sudah jatuh untuk waktu yang sangat lama. Apakah Tartarus punya dasar? Pertanyaan itu menghantui Annabeth hingga mereka jatuh ke dalam sebuah sungai, selamat karena Percy tentu saja. Akan tetapi, sungai ini bukan sungai biasa. Satu dari lima sungai yang mengalir melalui Dunia Bawah, Cocytus, sungai ratapan. Berusaha menghindari semua bisikan, penderitaan, dan ratapan yang dibawa oleh sungai itu, Annabeth berhasil menarik Percy ke tepi sungai. Hanya saja, tepi sungai itu bukan pasir melainkan pecahan-pecahan kecil kaca hitam yang sebagian menancap di tangan Annabeth.

Tubuh Arachne jatuh tidak jauh dari mereka (ugh!), tetapi bukan itu masalah besarnya. Mereka terdampat di Tartarus, rumah semua monster, tanpa perlengkapan dan bekal apapun. Annabeth kehilangan ranselnya yang terutama berisi laptop Daedalus dan pisau perunggu langitnya (Yah, pisau itu). Di tengah kondisi mereka yang lelah, terluka, dan setiap helaan napas dan detik yang mereka habiskan digunakan Tartarus untuk menyedot energi mereka, Annabeth menyimpulkan bahwa satu-satunya kesempatan bagi mereka adalah menemukan sungai api, Phlegeton. Beberapa legenda menyebutkan tentang kemampuan sungai itu menyembuhkan. Macam ambrosia Dunia Bawah.

Apa bayangan kalian tentang Tartarus? Neraka biasa? Huh, lebih dari itu. Jangan lupa, bahwa neraka ini adalah tubuh dari sang Tartarus, ayah para raksasa. Setiap yang ada di dalam Tartarus adalah bagian dari tubuhnya. Tanah yang mereka pijak adalah ototnya, lima sungai yang mengalir adalah pembuluh darahnya, setiap monster adalah sel tubuhnya, dan Percy-Annabeth adalah kuman yang tidak diundang (yaiks!).

Thursday, July 25, 2013

The Untold Story of Sherlock Holmes: THE HOUSE OF SILK

Pertama kali dalam sejarah, setelah 125 tahun, ahli waris Sir Arthur Conan Doyle akhirnya mengakui satu-satunya novel seri baru Sherlock Holmes. Maka, sekali lagi, petualangan dimulai.


Siapa penikmat kisah detektif yang tidak kenal nama Sherlock Holmes. Serial Sherlock Holmes karya Sir Arthur Conan Doyle tak dapat dipungkiri merupakan acuan dan referensi hampir semua kisah detektif yang ada di dunia. Walaupun secara kronologis kisah Sherlock Holmes berakhir dengan Salam Terakhir (The Last Bow), Sherlock Holmes masih tetap berkali-kali diadaptasi dalam berbagai kisah baru, baik dalam wujud novel, atau bahkan film (jangan sampai blogku ini mulai ngoceh tentang film bioskop terbaru Sherlock Holmes by Robert Downey atau serial TV by Benedict Cumberbatch!).

Walaupun ada begitu banyak adaptasi kisah Holmes, para fans tetap menyadari bahwa cerita resmi Holmes sudah berakhir. Semua kisah baru Sherlock masih dapat kita nikmati, tetapi bagaimanapun juga kita sadar bahwa itu bukan, dan tidak akan pernah, menjadi kisah Holmes yang sebenarnya.

Dengan perasaan seperti itu, bagaimana perasaan Anda sebagai Sherlockian ketika menemukan sebuah novel kisah baru Sherlock Holmes dengan kalimat pembuka seperti di atas? Sebuah kisah resmi Sherlock Holmes yang baru, ditulis soleh penulis hebat Anthony Horowitz, dengan begitu menghargai gaya menulis Conan Doyle. Kisah petualangan Holmes dan Watson menguak rahasia Rumah Sutra. 

Satu tahun sudah berlalu sejak Holmes ditemukan di rumahnya di Downs, terbujur diam dan kaku, sosok menakjubkan itu bungkam untuk selama-lamanya. Ketika mendengar berita itu, kusadari bahwa aku bukan hanya kehilangan sahabat dan pendamping terdekatku, tapi dalam banyak hal juga kehilangan alasan utama keberadaanku.

Di masa senja hidupnya, Watson mengenang kembali masa lampaunya bersama Sherlock Holmes, ketika mereka berdua bersama-sama menjelajahi pusaran dunia kriminal London. Rasa kesepian dan kerinduan sudah merupakan teman akrabnya, terutama di masa-masa dimana perang berkecamuk seperti ini. Akan tetapi, justru pada saat seperti inilah Watson memutuskan mengangkat pena untuk terakhir kalinya. Menuliskan kisah terakhir Sherlock Holmes yang ia wariskan kepada kita, masyarakat yang hidup seratus tahun sejak masa hidup Holmes.

Jadi, sekali lagi, petualangan dimulai. The game's afoot. 

Tuesday, June 04, 2013

Dan Brown's INFERNO

Hm, seharusnya aku sekarang mengoreksi tumpukan tugasku sebagai grader. Tetapi karena mood sedang nggak bagus, sepertinya lebih enak menulis resensi dan ulasan buku yang dijuluki "The hottest book in this year". Yup, tulisanku kali ini akan mengulas INFERNO, buku terbaru Dan Brown yang baru saja terbit 15 Mei kemarin.

Karena buku ini belum terbit edisi Indonesianya, ulasan kali ini aku akan mencoba seobjektif  mungkin tanpa memberi terlalu banyak detail isinya karena tentunya banyak dari Anda yang belum membacanya. Spoiler pasti mengacaukan pengalaman membaca buku Dan Brown, tetapi tetap saja tulisan ini memiliki kemungkinan SPOILER ALERT!!! (anda sudah diperingatkan! ^_^)

Inferno dimulai dengan sangat mengentak ketika kita bertemu dengan tokoh utama kita yang tercinta, Robert Langdon, di sebuah rumah sakit. Kondisi menjadi semakin rumit ketika ternyata Langdon tidak ingat bagaimana ia berakhir di rumah sakit. Yah, ia menduga dirinya ada di Massachusetts, ketika pada kenyataanya ia berada ribuan kilometer dari tempat itu. Yup,ia ada di Florence, Italia, dan ia tidak ingat bagaimana ia dapat berada di tempat itu ketika ingatan terakhirnya adalah pergi ke kampusnya, Harvard, untuk mengajar. 

Tanpa dapat ia ingat, sebenarnya Langdon (lagi-lagi) terjebak dalam sebuah skema yang dirancang oleh seorang jenius yang ingin mengubah tataran dunia. Menuju tataran dunia yang lebih baik, menurut orang itu, tetapi sebuah bencana tak termaafkan menurut orang lain.

Apakah Langdon dapat mencegah bencana bernama INFERNO itu dilepaskan ke dunia? Dengan bantuan Dr. Sienna Brooks, dokter yang telah menyelamatkan nyawanya, Langdon berusaha menemukan jawaban; mengapa tiba-tiba ia berada di Florence? siapa wanita yang ada di mimpinya? kenapa saat ditemukan oleh pihak rumah sakit ia menggumamkan "very .... sorry.....", dan yang paling penting MENGAPA ia pergi ke Florence pada awalnya? Semua pertanyaan ini harus dijawab ketika Langdon sedang dikejar oleh sebuah organisasi kriminal internasional yang berusaha sedapat mungkin untuk memperoleh sesuatu yang dimiliki oleh Langdon.

Monday, December 24, 2012

The Heroes of Olympus: The Mark of Athena

Yah, karena ternyata banyak request, jadi blogku kali ini akan membahas buku ketiga Heroes of Olympus, The Mark of Athena.

Oh-ke! Jadi seperti yang kita ketahui tanggal 2 Oktober kemarin The Mark of Athena telah rilis. Sehari kemudian saya dapet e-booknya (duh, dunia internet! Dua hari kemudian selesa baca bukunya. Tapi MAAF BANGET BARU SEMPAT BUAT REVIEW SEKARANG (T_T). Jadi langsung aja deh!!

The Mark of Athena dimulai langsung setelah akhir The Son of Neptune. Seperti yang kita ketahui, Roman Camp bersiap untuk menyambut tamu mereka, pertamakali nya mereka menyambut Yunani dengan damai dan tangan terbuka (Ouch, betulkah begitu?).

Even di buku ini dimulai dengan sudut pandang Annabeth di atas Argo II. Setelah sekian lama mengkhawatirkan Percy, Annabeth bertanya-tanya; apakah Percy berubah? bagaimana jika ia lebih suka berada di Roman Camp? Tetapi, Annabeth tidak punya banyak waktu untuk khawatir karena Argo II langsung didatangi tidak lain dan tidak bukan oleh sang Penjaga Kota, Terminus. Mereka tidak diizinkan untuk mendarat di dalam kota. Tidak ada senjata dalam batas garis Pomerian, dan seluruh Argo II secara teknis adalah senjata.  Jadi?

Annabeth menyarankan agar mereka turun ke bawah dan memperkenalkan diri secara resmi sementara Argo II tetap terbang di atas kota. Jadi, secara teknis tidak ada senjata di dalam kota. New Rome sangat berkesan bagi Annabeth, tentu saja dengan demigod dari berbagai generasi dan segala arsitektur bangunannya (yeah, ini Annabeth). Tetapi tidak ada yang menandingi reuni Annabeth dan Percy. Priceless! Bagaimana Reyna dijabarkan di mata Annabeth juga oke banget.

Selanjutnya adalah waktu-waktu yang manis antara Romawi dan Yunani. Pesta makan malam dimana Percy dan Jason menampilkan tanda sebagai best friend forever dengan memecundangi Octavian (sayang no-Rachel). Saat ini juga kedua perkemahan membicarakan tentang Ramalan Besar Kedua atau Ramalan Tujuh (yeah, istilah mana yang kalian gunakan?). 

Perlahan Reyna juga menyadari bagaimana hubungan Piper dan Jason, dan ia tidak menyukainya. Tapi, bagi Annabeth tidak ada waktu yang lebih penting dibandingkan waktu ketika ia mendapat kesempatan untuk berbicara berdua saja dengan Reyna. 

Reyna adalah pendengar yang baik dan Annabeth adalah pengamat yang baik. Ia menyadari betapa Reyna merasa kehilangan Jason, beban yang harus ia tanggung sendirian, dan bagaimana rasanya melihat Jason kembali dengan seorang gadis yang resmi sebagai pacarnya (yaiks!). Mereka terlihat sangat akrab banget dan punya potensi jadi sobat baik (sebagai sama-sama putri dewi perang!). 

Sialnya, bencana yang paling ditakuti datang. Entah kenapa, Leo menggunakan Argo II untuk menyerang New Rome. Ini pernyataan perang dari Yunani kepada Romawi!!!! Percy, Annabeth dan yang lainnya nyaris tidak dapat melarikan diri saat para demigod Romawi menyerang mereka. Untungnya mereka berhasil melarikan diri dengan Argo II, bersama mereka ikut serta Jason (yang jelas paham ada yang tidak beres) serta Frank dan Hazel (yang akan mengikuti Percy sampai ke Dunia Bawah sekalipun).  

Ketujuh demigod ini menyadari bahwa mereka harus menuju Roma, setelah itu  Yunani, untuk menghentikan Gaea. Menemukan Nico dan menutup Pintu Ajal. Tetapi, untuk melakukan itu mereka harus melewati Mae Nornstrum, nama lama untuk Laut Tengah, tempat dimana masa lalu masih hidup. Terlebih lagi, mereka mengetahui belakangan bahwa para dewa-dewi sedang menghadapi masalah. Perang bersaudara yang pecah telah membuat semua dewa-dewi terbelah antara identitas Rowawi dan Yunani mereka, dan membuat mereka menghadapi konflik kepribadian yang parah. Well, singkatnya, tidak akan ada pertolongan dari Olympus lagi. Dan semua itu harus dilakukan dengan menghindari kejaran marah Legiun yang dipimpin Octavian.

Di sisi lain, Annabeth menyadari bahwa ia harus melangkahi jalan yang berbeda dengan teman-temannya, sendirian. Ia harus mengikuti Tanda Athena, untuk menemukan kembali apa yang konon dicuri Romawi dari Yunani ratusan tahun silam. Sesuatu yang merupakan penyebab utama konflik ratusan tahun ini, dan (mungkin) dapat menjadi kunci yang mengakhiri perang saudara ini. Tapi apakah ia akan berhasil? Karena selama ini tidak ada satupun anak Athena yang kembali setelah mengikuti Tanda Athena. Karena di sana, jauh di dalam kedalaman Roma Lama, di ujung Tanda Athena, menanti teror terbesar semua anak Athena.

Dikisahkan dari 4 narator (Percy, Annabeth, Leo, dan Piper) kisah ini benar-benar akan memuaskan kita semua Riordan-lovers.

Friday, July 20, 2012

Akhir Sebuah Saga, Inheritance

Akhirnya sampai juga kita di buku akhir siklus warisan, Inheritance. Sudah lama banget kita para penggemar Paolini di Indonesia menanti dengan (tidak) sabar akan buku keempat ini. Akhirnya, kita akan mengetahui akhir  perjalanan Eragon dan Saphira. Bagaimana nasib Murtagh dan Thorn? Bagaimana dengan Glaedr? Bagaimana hubungan Eragon dan Arya? Apakah Varden dan sekutu-sekutunya akan berhasil menjatuhkan Kekaisaran? dan yang paling penting tentu saja, apakah akhirnya Eragon dan Saphira akhirnya mampu mengakhiri kekejaman Galbatorix?.

(Ya Ampun Kebanyakan pertanyaan).

Eragon dan Saphira telah melangkah amat jauh dalam usaha menjatuhkan Galbatorix. Bersama mereka, Varden, Surda, Kurcai, Urgal, Elf, dan Werecat melangkah bersama. Ini adalah satu-satunya kesempatan untuk menjatuhkan Galbatorix. Mereka sudah melangkah terlalu jauh. Gagal di sini, artinya kekalahan mutlak dan tidak akan pernah ada kesempatan lagi untuk menjatuhkan Galbatorix..

Jadi, apakah kalian siap melangkah bersama Eragon dan Saphira untuk mengetahui akhir kisah ini???.

Inheritance dimulai dengan detail perang yang dilewati Varden dalam usaha mereka untuk menyerang Uru'Baen. Pertarungan berlangsung sulit di semua kota yang berusaha untuk dikuasai Varden. Dalam pertarungan di Belatona, nyawa Saphira bahkan terancam oleh Dauthdaert, tombak pembunuh naga yang dibuat bangsa elf dahulu kala, yang entah bagaimana berhasil jatuh ke tangan Kekaisaran..

Semua perang ini menunjukkan pada Eragon betapa mahalnya harga yang harus dibayar untuk menjatuhkan Galbatorix. Orang-orang yang tak tahu apa-apa menjadi korban. Roran menghadapi hal yang sama. Apakah benar bahwa Kekaisaran dan Galbatorix membawa kesengsaraan pada Alagaesia?.

Pengepungan Dras Leona nyaris membawa petaka bagi Eragon dan Arya. Penyusupan lewat lorong rahasia bawah tanah yang ternyata menuju katedral nyaris membuat Eragon dan Arya menjadi santapan Ra'zac jika bukan karena bantuan Angela. Jatuhnya Dras Leona membuat hanya satu target yang tersisa bagi Varden dan sekutunya: Uru 'Baen, dimana mereka akan bergabung bersama pasukan elf untuk melancarkan perang penentuan..

Tetapi, takdir seakan tidak berada di pihak mereka. Diculiknya Nasuada oleh Murtagh membuat Varden semakin menciut. Eragon dan Saphira berhasil mendorong Varden untuk terus maju, walau merea sadar bahwa tanggung jawab paling berat berada pada pundak mereka karena merekalah yang harus berhadapan dengan Galbatorix. Walaupun perang dimenangkan Varden dan sekutunya, semuanya akan sia-sia saja jika Eragon dan Saphira gagal mengalahkan Galbatorix. Padahal, mereka sadar bahwa mereka bahkan belum bisa mengalahkan Thorn dan Murtagh, bagaimana mungkin mereka mampu mengalahkan sang Raja yang telah membawa kehancuran bagi Penunggang dan mencengkram Alagaesia selama satu abad?.

Sebuah harapan samar berasal dari kata-kata yang dahulu pernah diucapkan Solembum: Ketika semua terasa kacau dan kekuatanmu tidak memadai, pergilah ke Karang Kuthian dan sebut namamu untuk membuka Ruang Jiwa-jiwa. Dimana Karang Kuthian dan Ruang Jiwa-jiwa berada? Harapan apa yang disimpan di tempat itu?

Monday, June 11, 2012

The Books of Elsewhere: The Shadows

Akhirnya, blog tercinta ini update lagi yah! Maa banget udah sampai 6 bulan belum update (>_<). Jadi langsung aja dengan sebuah buku yg udah lamaaa aku ingin ulas.

Apa kalian sedang mencari sebuah buku remaja (atau bahkan anak-anak) yang ringan tapi menantang? Plus, tegang dan (mungkin) ada unsur misteri atau horor? Nah, aku rekomendasikan banget buku ini. The Books of Elsewhere : The Shadows, by Jacqueline West.

Kita mulai dengan tokoh utama kita: seorang anak perempuan manis bernama Olive Dunwoody, berusia 11 tahun. Ia anak biasa-biasa saja. Hal yang tidak biasa mungkin adalah Olive terlahir dari kedua orangtua yang ahli matematika, tetapi ia tidak bisa matematika (duh!) dan lebih suka dengan imajinasinya. Akan tetapi, "ketidakbiasaan" yang sebenarnya baru dimulai ketika Olive dan kedua orangtuanya pindah ke sebuah rumah besar bergaya Victoria. Rumah besar ini adalah peninggalan Ms. McMartin yang tidak memiliki keluarga dan meninggal karena usia tua. 

Rumah tua + barang-barang kuno + kamar-kamar kosong + lukisan = sebuah rahasia dan petualangan di dalam rumah tua itu. Memang, misteri inilah yang menunggu Olive.

Saat baru pertama kali pindah, hal yang menarik bagi Olive adalah lukisan. Ada sangat banyak lukisan di rumah tersebut. Olive selalu merasa ada yang berbeda dengan lukisan-lukisan itu. Seakan-akan ada yang hidup dan bergerak  dalam lukisan-lukisan itu. Semua itu berlanjut saat tidur Olive terganggu oleh seekor kucing. Ya, kucing besar yang dapat berbicara. Kucing bernama Horatio itu mengingat Olive bahwa rumah ini sudah dimiliki. Pemilik yang sebenarnya. Dan pemilik itu ingin menyingkirkan keluarga Olive yang dianggap menggangu rencana.

Sunday, November 06, 2011

Perjuangan dan Pengorbanan. Devil's Kiss

Apakah Anda sedang mencari novel yang berbeda dengan genre umum? Anda mencari sebuah dark story, konflik emosional, kisah penuh aksi (dengan pedang, bela diri, dll), fantasi yang menggunakan dasar mitologi agama, dan (yang paling penting) tokoh utama seorang gadis tangguh yang keren? Jika YA, Anda harus baca novel ini, Devil's Kiss by Sarwat Chadda.

*sigh* Aku baru membaca english e-book saja. Jadi, mungkin aku lebih menggunakan istilah dan kutipan bahasa Inggris. Tetapi, novel ini keren banget jadi begitu aku temukan edisi Indonesia aku akan langsung beli (^_^). Btw, spoiler alert!

Tokoh utama kita adalah Billi SanGreal, putri dari Master Ksatria Templar. Templar? Yup, Ksatria Templar yang itu, yang bertarung di Perang Salib, salah satu organisasi paling berkuasa yang pernah ada, dan konon menemukan harta di bawah Kuil Solomon (jika sudah baca The Da Vinci Code kalian pasti sudah tahu semua legenda Templar, kan)

Billi adalah satu-satunya wanita yang menjadi Ksatria Templar. Ia, ayahnya, dan tujuh orang lain adalah Ksatria Templar di masa kini, yang tersisa dari pemusnahan Templar. Kini beroperasi di London abad 21, Templar telah mengakhiri perang agama yang mereka geluti di masa lalu dan beralih ke perang yang lebih penting, perang demi menyelamatkan manusia. Perang melawan para Unholy, makhluk-makhluk supernatural yang memangsa manusia. The Bataille Tenebrause. 

Billi tidak pernah meminta untuk menjadi seorang Templar dengan kehidupan berdarah yang dipenuhi tuntutan ayahnya. Tetapi, nasib seperti sudah digariskan untuknya. Ibunya dibunuh oleh ghul (atau vampir) saat ia berusia 5 tahun. Ketika ia berusia 10 tahun, ayahnya menunjukkan dan membawa ia ke dunia ini. Sekarang sudah 5 tahun berlalu, dan ia menyadari bahwa ia tidak ingin menjadi Templar. Tetapi, inilah takdirnya. Atau, betulkah begitu?

Depresi yang dialami Billi seakan bertambah ketika teman masa kecilnya, Kay, kembali setelah satu tahun pergi ke Jerussalem. Kay diadopsi oleh Templar ketika kecil dan tumbuh bersama Billi. Ia adalah Oracle Templar. Menurut Billi, Kay kembali sebagai orang yang berbeda. Ia menganggap Kay seperti ayahnya, mengutamakan tugas sebagai Templar di atas segalanya. Tetapi, bagaimanapun Kay memiliki tempat spesial di hati Billi. Sampai Billi bertemu Mike Harbinger. Pemuda tampan itu menyentuh hati Billi dengan sikap perhatiannya, dan kemampuannya memahami penderitaan Billi. Sayangnya, Billi tak punya waktu untuk masalah pribadi karena Templar menghadapi masalah serius, yang hanya mungkin disebabkan seorang grigori, Dark Angel, Pengawas.

Wednesday, October 12, 2011

The Heroes of Olympus: The Son of Neptune

Akhirnya, Percy is back! Tak lain dan tak bukan di seri kedua dari The Heroes of Olympus. Judulnya, Son of Neptune. Seperti yang bisa ditebak. Ini adalah lanjutan dari The Lost Hero. (Btw, spoiler alert!)

Sebelumnya, kita berkenalan dengan Jason, Piper, dan Leo serta kembali ke Camp Half-blood tercinta kita. Sekarang, akhirnya kita kembali bertemu Percy (yes!), berkenalan dengan Hazel dan Frank, serta mengunjungi Camp Jupiter untuk pertama kalinya. Jupiter? Yeps, seperti yang bisa ditebak, buku ini (akhirnya) bercerita tentang camp untuk Roman demi-god dan sisi Romawi para dewa.

Kisah bersetting sekitar 7-8 bulan sejak The Lost Hero. Dimulai dengan Percy yang melintasi San Fransisco menuju Roman camp dengan dikejar dua Gorgon, saudari Medusa. Dia tidak ingat siapa dan darimana ia berasal. Ia hanya ingat bahwa namanya adalah Percy Jackson, dan seorang gadis bernama Annabeth (so sweet!) Dua gorgon itu berkali-kali dibunuh tetapi terus hidup kembali. Alasan Percy masih hidup adalah karena ia masih menyandang kutukan Achilles dan membawa riptide.

Setelah menjatuhkan diri dari tebing demi melarikan diri, Percy melihat sebuah terowongan. Terowongan, yang bagi orang yang dapat melihat menembus Kabut, adalah sebuah jalan masuk. Saat itulah Percy bertemu seorang wanita tua yang menyebut dirinya June. June mengatakan bahwa terowongan itu adalah jalan masuk ke Camp, dan ia meminta Percy membawanya ke sana. Di sana ia dibantu oleh dua penjaga terowongan itu, dua anak bernama Frank dan Hazel. Mereka membantu Percy melarikan diri dari para gorgon. Setelah melewati terowongan sampailah mereka di sebuah lembah, dengan kota dan perkembahan militer. Roma, Camp Jupiter. 

Saturday, April 23, 2011

The Kane Chronicles : The Red Pyramid

Rick Riordan memberikan buku bagus lagi! Kayaknya belum ada bukunya Riordan yang nggak aku suka. Dan kali ini kita akan membaca lagi myhtology-based novel khas Riordan, dalam serial barunya, The Kane Chronicles, dengan seri pertamanya: The Red Pyramid. Piramid? Yep. Jika sebelumnya kita sudah kenyang dengan mitologi Yunani di serial Percy Jackson (dan dilanjutkan The Heroes of Olympus), sekarang kita akan berurusan dengan mitologi Mesir.

Tokoh utama kita adalah Sadie dan Carter, dua bersaudara yang tumbuh terpisah. Sejak kematian ibu mereka, Sadie tinggal bersama kakek dan nenek mereka yang tinggal di Inggris, sedangkan Carter ikut bersama ayah mereka, seorang arkeolog yang pergi ke berbagai penjuru dunia. Sadie dan Carter hanya bertemu dua kali dalam setahun, hari dimana kakek dan nenek mereka mengizinkan Sadie menemui ayah mereka. Akibatnya, Sadie dan Carter lebih seperti sepupu jauh daripada kakak beradik.

Kisah ini dimulai di hari pertemuan keluarga. Sayangnya,sejak awal hari ini sudah terasa tak biasa. Carter melihat ayahnya tampak amat waspada. Saat mereka sampai di depan rumah kakek-neneknya, Carter melihat ayahnya berbicara dengan pria aneh di depan rumah. Carter lalu masuk ke rumah sendiri dan bertemu Sadie, yang sudah menunggu di depan pintu dengan sikap cueknya. Ketika mendengar pembicaraan misterius ayah mereka, Sadie langsung menuju keluar untuk menguping walau dicegah Carter (menurut Sadie, ketika orang dewasa melarang untuk melakukan sesuatu, berarti hal itu pantas untuk dilakukan).

Ayah mereka sedang terlibat ketegangan dengan pria itu, yang bernama Amos, dan anehnya terasa familiar bagi Carter dan Sadie. Pria itu berusaha mencegah ayah mereka untuk melakukan sesuatu. Sadie mengagetkan mereka, dan mereka berhenti berbicara. Begitu pria itu pergi, ayah mereka mengajak Sadie dan Carter ke British Museum (“Satu malam bersama, dan kau justru ingin melakukan penelitian," gerutu Sadie). 

Ayah mereka mengajak mereka ke Museum untuk melihat Rosetta Stone, artifak yang memecahkan rahasia cara membaca hieroglif untuk pertama kalinya. Setelah berhasil 'menyingkirkan' sang kurator museum untuk sementara, ayah mereka meminta Sadie dan Carter mengunci sang kurator di ruangannya dan menunggu dirinya di luar ruangan. Bukan Sadie jika menuruti perkataan ayahnya. Setelah mengunci si kurator, ia dan Carter mengendap-endap masuk kembali ke dalam ruang pameran. Ayah mereka tampak berada di sisi Rosetta Stone, menggunakan sebuah tongkat untuk menuliskan hieroglif bercahaya di batu itu, yang anehnya dapat dimengerti Sadie (yang seumur hidup tak pernah berurusan dengan hal-hal seperti itu!).

Saturday, April 16, 2011

The Heroes of Olympus: The Lost Hero

Child of lightning, beware the earth
The giant's revenge the seven shall birth
The forge and the dove shall break the cage
And death unless through Hera's rage

Kalimat ramalan? child of lightning? Hera's rage? Apa buku ini ada hubungannya dengan seri Percy Jackson yang sudah tamat? Yup. betul. The Lost Hero adalah buku pertama dari seri Heroes of Olympus karya Rick Riordan, yang merupakan sekuel dari serial Percy Jackson. Dan, kali ini kita tidak akan hanya berurusan dengan mitologi Yunani, tetapi juga mitologi Romawi, yang keduanya berhubungan erat.

Jika kalian sudah membaca seri terakhir Percy Jackson, The Last Olympian, kalian pasti mengetahui tentang Ramalan Besar kedua Sang Oracle. Nah, Ramalan itu akhirnya dimulai. Dan kisah di buku ini adalah awalnya. Bersetting waktu dua musim setelah Perang Titan Kedua dan jatuhnya Kronos, kita akan berkenalan dengan karakter-karakter baru yang merupakan awal dari kalimat pertama Ramalan Besar, Tujuh blasteran akan menjawab panggilan. 

Kisah dimulai dengan bangunnya seorang cowok bernama Jason di bus wisata sekolah, dengan seorang cewek bernama Piper yang mengatakan bahwa ia adalah pacar Jason, dan seorang cowok bernama Leo yang menyatakan sebagai sahabat Jason. Sekilas nggak kelihatan aneh. Masalahnya, Jason tidak mengenal mereka. Ia bahkan tidak tahu siapa dirinya sendiri dan mengapa ia bisa sampai di situ. Semua orang seakan mengenalnya, kecuali pimpinan rombongan, Pelatih Hedge, yang melihat Jason seperti melihat hantu.

Sesampainya di Grand Canyon, Pelatih Hedge menyatakan bahwa Jason tidak gila. Ia belum pernah melihat Jason sampai hari ini, muncul tiba-tiba di dalam bus. Kabut yang amat kuat melingkupi Jason, mempengaruhi ingatan dan membuat orang merasa mengenalnya. Ia yakin bahwa Jason adalah blasteran. Tetapi, sebelum berbicara lebih jauh, mereka diserang oleh roh badai. Ternyata, Piper dan Leo adalah blasteran dan Pelatih Hedge adalah satyr yang dikirim untuk menjaga mereka.

Jason mengambil sebuah koin emas dari sakunya, dan melemparnya ke udara seakan ia sudah berkali-kali melakukannya. Koin itu berubah menjadi pedang emas saat ditangkap, dan dengannya Jason melawan roh badai. Sayangnya, roh badai terakhir berhasil melarikan diri dengan membawa Pelatih Hedge yang mencoba menyelamatkan Leo. Beberapa saat setelah roh badai itu pergi, sebuah pegasus yang menarik kereta tempur turun dari langit. Sepasang anak menaikinya. Jason menceritakan semuanya kepada mereka. Anehnya, ia merasa seakan tahu dan pernah bertemu dengan monster-monster seperti itu. Jason menyebut roh badai itu venti, tetapi cewek itu membantahnya. Venti adalah istilah Romawi, anemoi thuelai adalah istilah Yunani-nya, menurut cewek itu.

Wednesday, April 13, 2011

Sebuah Sisi Lain Sejarah Cina, Empress Orchid

Sisi lain sejarah Cina, itulah inti dari novel ini. Sebuah novel yang menuliskan kisah seorang tokoh besar Cina yang justru dicatat oleh mayoritas sejarah sebagai penyebab kejatuhan Kekaisaran Cina. Permaisuri Tzu Hsi, yang juga dikenal sebagai Ratu Anggrek.

Inilah kisah dibalik tembok Kota Terlarang di masa-masa akhir Kekaisaran Cina. Ditulis dengan detail dan indah dalam novel yang berjudul Empress Orchid, karya Anchee Min.

Tzu Hsi, dikenal sebagai Anggrek saat kecil, terlahir dari klan Yehonala, sebuah klan terpandang bangsa Manchu. Cina di masa ini adalah Cina yang tak stabil dan terus bergolak. Pemberontakan terjadi dimana-mana. Ketika gubernur-gubernur daerah tak mampu mengatasinya, nyawa mereka diminta sebagai pertanggungjawaban. Ayah Anggrek tidak luput dari masalah ini. Keluarga mereka pun jatuh miskin karena beban hidup dan hutang yang bertumpuk.

Anggrek dan keluarganya yang tersisa, ibunya, adik lelakinya, dan adik perempuannya meninggalkan kota kelahirannya, Wuhu, dan memasuki Peking untuk memakamkan ayah mereka. Kehidupan mereka di Peking tetap sulit. Pekerjaan sulit didapatkan dan hutang terus bertumpuk. Beruntung, Anggrek mendapatkan pekerjaan dari seorang wanita Manchu yang ia panggil kakak Fann. Kakak Fann adalah mantan pelayan Istana. Dari ia-lah Anggrek mengetahui berbagai intrik kerajaan dan deskripsi Kota Terlarang, yang kelak akan ia tinggali seumur hidupnya.

Takdir Anggrek dan keluarganya mencapai titik balik saat Istana mengadakan pemilihan untuk istri Kaisar Hsien Feng. Keberaniannya untuk mengambil resiko saat pemilihan membuat ia terpilih menjadi salah seorang dari tujuh selir Sang Kaisar. Saat ini juga ia mengenal An-te-hai, kasim yang akan menjadi pelayannya yang paling setia, dan Nuharoo, yang terpilih menjadi Istri Pertama Kaisar, yang akan menjadi partnernya selama bertahun-tahun.

Wednesday, September 29, 2010

The Bartimaeus Trilogy: The Amulet of Samarkand.

Bagi anda yang merupakan pengikut setia blog saya ini sejak dahulu, pasti ingat bahwa saya pernah menulis tentang The Bartimaeus Trilogy karya Jonathan straud. Yup, memang saya sudah pernah menulisnya, tetapi waktu itu saya merangkum ketiga buku ini menjadi satu artikel. Setelah dipikir-pikir, buku-buku itu terlalu bagus untuk ditulis sepintas. Jadi, ayo kita telusuri lebih dalam buku pertama trilogi ini, The Amulet of Samarkand.

Setting semua buku Bartimaeus Trilogi ini adalah sebuah dunia dimana negara yang menguasai sihir adalah negara yang menguasai dunia. Peran "penguasa" ini berganti setiap beberapa ratus tahun dari satu negara ke negara lain. Dan sekarang, sejak kejatuhan Praha, Kerajaan Inggris memegang peran sebagai 'penguasa' dengan peradaban sihir yang tertinggi.

Friday, September 03, 2010

Sebuah Kisah Masa Lalu, Wolf Brother

Apa yang Anda ketahui tentang arkeologi? Membosankan. Mungkin begitu yang anda kira. Kalau begitu, coba saja baca buku ini dan anda akan menganga karena kagum. Sebuah kisah tentang masa lalu, The Chronicles of Ancient Darkness: Wolf Brother. Karya Michelle Paver.

Buku ini memang bertemakan arkeologi. Tetapi, unsur arkeologinya dibalut dengan kisah petualangan seru nan mencekam. Latar buku ini sendiri adalah masa akhir zaman es, ketika manusia memulai peradabannya. Dimana manusia masih hidup berpindah dalam kelompok-kelompok kecil. Sebuah masa ketika manusia masih sepenuhnya tergantung pada alam.

Buku ini berkisah tentang seorang pemuda bernama Torak. Selama ini, ia hidup berdua bersama ayahnya, berpindah-pindah di hutan, terpisah dari sesama manusia maupun klannya. Tetapi kehidupannya berubah saat suatu malam, seekor beruang yang kerasukan setan datang dan membunuh ayahnya. Sebelum beruang itu datang, ayah Torak menyuruh Torak melarikan diri. Pemandumu akan menemukanmu. Itulah pesan terakhir yang didapatkan Torak dari ayahnya.

Sejak kematian ayahnya, Torak melintasi Hutan sendirian. Sampai suatu hari langkahnya membawanya ke sebuah liang serigala. Liang itu baru saja diterjang banjir. Semua kawanan serigala yang tinggal di sana mati, kecuali satu. Seekor serigala muda.

Monday, December 21, 2009

Ketika Iblis Berbicara. Demon: A Memoir


Manusia, dimanapun dia, siapapun dia, seringkali tidak mensyukuri apa yang sudah dia miliki. Banyak dari mereka yang tidak menyadari betapa beruntungnya kita, manusia, dengan semua yang kita miliki.Kecenderungsan setiap makhluk untuk tidak menyadari keberuntungan mereka sebelum mereka kehilangan semuanya-lah tema utama dari buku mengesankan ini, Demon: A Memoir, karya Tosca Lee.

Buku ini berkisah tentang seorang editor penerbitan kecil bernama Clay. Suatu hari, tanpa diduga, ia bertemu dengan sesosok pria misterius di kafe. Pria itu bersikap seakan dia sudah menanti Clay, padahal Clay sama sekali tidak mengenalnya. Ia memperkenalkan diri dengan nama Lucian, dan ia bersikap - tidak hanya bersikap - ia tahu segalanya tentang Clay. Tentang siapa dia, masa lalu, dan bahkan, apa yang ada di pikiran Clay.

Lalu, kenapa orang ini tampak sangat terobsesi pada Clay? Ia mengklaim bahwa dirinya memiliki kisah yang diinginkan banyak orang. "Saya akan menceritakan kepada Anda kisah saya. Saya sangat berharap kepada Anda, dan Anda akan mendengar semua kisah saya. Saya percaya ini akan sangat menarik bagi Anda. Dan Anda akan menuliskan semuanya dan menerbitkannya" 

Siapakah orang ini sebenarnya? Kenapa ia bisa tahu segalanya mengenai Clay. Hal ini jugalah yang menghantui kepala Clay, menduga-duga siapakah orang ini sebenarnya. Dia bukan orang biasa, begitulah perasaan Clay berkata. Lalu, seakan bisa membaca pikiran Clay, orang itu berkata, "Anda tahu. Kita dapat berbagi sekarang, di antara kita, rahasia tentang siapa saya."

Lalu, jawabannya muncul begitu saja tanpa diundang, di dalam benak Clay. Malaikat yang jatuh. Roh dari kegelapan. Iblis. 

Saturday, November 14, 2009

The Black Magician Trilogi: The Novice


Setelah sebelum ini aku membahas mengenai buku pertama dari The Black Magician Trilogi: The Magician's Guild karya Trudi Cannavan, sekarang aku akan menulis tentang buku keduanya, yaitu The Novice. Buku ini tentunya tidak kalah bagus dengan buku pertamanya (^_^). 

The Novice berkisah tentang kehidupan Sonea setelah ia bergabung dengan Persekutuan Penyihir. Kisah dimulai dengan upacara pengukuhan para calon penyihir muda, termasuk Sonea dan anak-anak lain dari berbagai Wisma bangsawan. Di upacara inilah untuk pertama kalinya bertemu seorang anak bernama Regin. Sejak awal, Regin sudah menunjukkan rasa tidak sukanya pada Sonea yang berasal dari kelas bawah. Hanya dalam waktu singkat, Regin berhasil membuat Sonea tidak disukai oleh teman-teman sekelas dan para gurunya.

Tetapi, masalah yang dihadapi Sonea ternyata tidak "semudah" itu. Sonea dan pembimbingnya Rothen, menghadapi kekhawatiran jika ada orang yang tahu bahwa mereka menyimpan rahasia mengerikan Ketua Tertinggi Akkarin, rahasia bahwa pemimpin Persekutuan itu menggunakan sihir hitam yang terlarang. Tekanan rahasia besar yang dipegangnya dan juga gangguan Regin yang semakin parah membuat Sonea merasa tidak ada kebahagiaan dalam hidupnya di Persekutuan.

Saturday, September 26, 2009

The Magicians' Guild, Sebuah Kisah Fantasi Mengesankan

Sudah lama nggak menulis di blog ini. NAH, saat mudik saya menemukan sebuah buku bagus saat menjelajah Gramedia di kota kelahiran (^_^). Lebih bagus, ini adalah novel fantasi favoritku. Bagus banget, sebab sejak "menemukan" Eragon, Bartimaeus Trilogy, dan Magyk aku belum menemukan buku baru lagi.

Buku yang akan kita bahas kali ini adalah buku pertama dari The Black Magician Trilogy karya Trudi Canavan, The Magicians' Guild, atau dalam bahasa Indonesia Persekutuan Penyihir. Buku ini berkisah tentang Sonea, gadis muda yang tinggal di Pemukiman kumuh di Kota Imardin, Kyralia. Pada musim dingin setiap tahunnya, Raja Kyralia memerintahkan diadakannya Pembersihan Kota, dimana semua orang yang dianggap "membahayakan" kota seperti para pengemis, gelandangan, dan pencuri diusir keluar kota. Penduduk Pemukiman Kumuh selalu melawan tetapi tentunya mereka tidak bisa melakukan apa-apa sebab perintah Raja ini dilaksanakan tidak hanya oleh tentara biasa, tetapi juga oleh Persekutuan Penyihir.

Para penduduk tetap melawan untuk menunjukkan rasa tidak suka mereka, walaupun hanya sekedar melempar batu, yang tidak berguna sama sekali menghadapi perisai para penyihir. Sonea, yang juga membenci Persekutuan karena semua yang sudah mereka lakukan juga ikut serta. Mengerahkan semua kemarahan dan kebenciannya kepada sebuah batu lemparannya, batu itu berhasil merusak perisai dan melukai seorang penyihir dibaliknya. Tanpa Sonea sadari, ternyata ia memiliki kekuatan sihir yang besar, begitu besar sehingga dapat muncul dengan sendirinya, dan kemarahannya saat itu telah memicunya menggunakan kekuatan itu.