Showing posts with label mythologi-based fiction. Show all posts
Showing posts with label mythologi-based fiction. Show all posts

Friday, August 07, 2015

Afterlife Saga #2: THE TWO KINGS

Oke, resmi sudah. Aku baru saja menemukan sebuah serial baru yang membuat hatiku diiris-iris dan jantungku seperti baru saja naik roller-coaster. Aku belum pernah menemukan sebuah serial dimana banyak akhir chapter yang membuatku jantungku yg malang nyaris berhenti berdetak, atau membuatku ingin menjerit, nyengir, atau malah menangis. Satu halaman kau melongo, halaman berikutnya menarik napas, menangis, membanting buku, atau malah kipas-kipas dengan begitu banyak cowok luar biasa (ehem!). Betul-betul, AAAARRRRGGGGHHH!!! (huff, tenangkan diri).

Jadi, buku mana yang aku bicarakan ini? Tentu saja aku bicara tentang Afterlife saga, dan setelah beberapa hari yang lalu aku mereview buku pertama, Afterlife, buku yang akan aku review kali ini adalah buku kedua di serial ini, Two Kings. Nah, kebetulah aku menulis review buku setelah aku menyelesaikan buku ketiga, Triple Goddess, dan sedang membaca buku keempat, Quarter Moon, jadi mungkin saja reviewku kali ini akan sedikit bias dan dipengaruhi oleh pendapatku untuk dua buku itu (yang benar-benar WAAAAWWWWW, dan membuatmu merasa AAARRRRGGGH. Tapi itu cerita untuk lain waktu. oke?).

Peringatan pertama, disarankan untuk sudah membaca buku pertama terlebih dahulu. Akan tetapi, jika ingin melanjutkan, tetap dipersilahkan. Major spoiler alert untuk banyak event di buku pertama (^_^).

Keira Williams berhasil keluar dari lubang jarum. Ia berhasil selamat (lagi!) dari cengkraman hantu masa lalunya, Morgan, yang kali ini mengincarnya kembali beserta seorang malaikat jatuh, Sammael. Dan tentu saja, all thanks to her dark angel, Dominic Draven, yang sekarang tidak akan melepaskan Keira lagi setelah akhirnya mereka bersama. Keira juga tidak berminat untuk melepaskan Draven apapun yang terjadi, bahkan setelah melihat kengerian dunia Supernatural, pertempuran Sammael dan Draven, wujud asli Sophia dan Draven, dan hal gila lain. Pokoknya ia tidak akan melepaskan Draven. Sekarang yang Keira inginkan hanyalah dapat menghabiskan waktu dengan tenang bersama keluarganya, pacar barunya, dan keluarga pacarnya (Yep, siapa yang mau meninggalkan Sophia dan Vincent?)

Namun, tidak mungkin dapat hidup dengan tenang di tengah dunia Supernatural. Terutama ketika keluarga pacarmu adalah penguasa di dunia Supernatural yang bertugas menjaga Keseimbangan antara manusia dengan iblis dan malaikat yang tinggal di Alam ini, dirimu sendiri adalah pemain utama di dunia Supernatural ini sebagai Electus (Sang Terpilih), dan pacarmu sendiri tak lain dan tak bukan adalah Raja di dunia Supernatural ini. Oh, pacar yang kebetulan pencemburu dan sangat posesif (yesss!!!). Sifat posesif Draven membuat banyak konflik terjadi antara ia dan Keira, terutama dengan kedatangan saudara Frank, Justin, dan juga kecemburuan Keira kepada Aurora, mantan Draven yang sekarang masih menjadi anggota Dewan-nya.

Sayangnya, Keira punya masalah lain. Ia mulai mendapat mimpi-mimpi aneh. Mimpi-mimpi dan berbagai penglihatan yang sangat mengganggunya, tetapi ia tidak dapat menceritakannya kepada Draven karena .... Ia sendiri tidak tahu kenapa! Rasanya setiap ia ingin menceritakannya kepada Draven, ada pikiran aneh yang masuk dan memberikannya berbagai alasan untuk tidak bercerita, pikiran yang bahkan bukan berasal dari dirinya sendiri! Dan bukan hanya mimpi dan penglihatan saja yang masuk ke pikiran Keira, pada suatu waktu ia bahkan ada pikiran yang mengendalikan tubuhnya untuk menjauh dari para pelindungnya, nyaris jatuh ke para pemburu bayaran yang berusaha menangkap Keira. Karena ada seorang yang sangat menginginkan Keira.

Dominic Draven adalah Raja bagi semua makhluk supernatural, dan ia memerintah dengan kekuatannya yang berasal dari Surga dan Neraka. Akan tetapi, ia bukan satu-satunya pemain di papan catur ini karena ada satu makhluk supernatural yang dapat menyaingi Draven, satu-satunya yang dapat menantang Draven, sang Raja Vampir, Lucius. Terlahir kembali dari Neraka sebagai putra Lucifer, diciptakan untuk memimpin para Vampir, dan mantan tangan-kanan Draven. Dua orang pemimpin yang dahulu merupakan sahabat erat ini berada di pihak yang berlawanan.

Dan Keira sekarang adalah bidak yang sangat diinginkan Lucius, karena ada sesuatu yang diinginkan Lucius dari Draven, dan untuk pertama kalinya Draven memiliki kelemahan: Keira. 

Wednesday, August 05, 2015

Welcome to AFTERLIFE

Sudah terlalu lama tidak sanggup menulis apapun karena kerjaan yang tidak ada memberi waktu bernapas (ya, ada weekend tapi aku lebih memilih tidur dan main!). Sekarang di masa not-so-busy-season, aku ingin mulai membagi lagi kabar tentang berbagai buku dahsyat yang baru saja aku temukan. (thanks, Goodreads!).

Buku yang ingin aku perkenalkan pada kalian sekarang adalah Afterlife, buku pertama dari Afterlife Saga, karya Stephanie Hudson. Peringatan pertama, this is a romance-adult novel. Aku nggak terlalu suka mereview novel romance yang sudah aku baca karena, yah, bukan tipe buku yang dapat dibaca semua kalangan. Itulah kenapa belum ada review Elder Race series dan Guild Hunter series di blog ini (padahal aku fans berat banget dua serial itu). Tapi buku ini mungkin akan membuatku merevisi kebijakan ini, soalnya, serial ini LUAR BIASA BANGET sampai kehabisan kata-kata!

Oke, mari kita tenangkan diri *huff. Jadi, mari kita mulai reviewnya.

Keira Williams meninggalkan kampung halamannya di Inggris Utara untuk tinggal bersama kakak perempuannya, Libby, dan suami kakaknya, Frank, di New England, US. Ia berencana untuk memulai kuliah di tempat tinggal barunya itu, juga mendapat pekerjaan di bar lokal dan mulai menabung untuk membeli mobil pribadi. Rencana hidup yang sangat biasa, sayangnya tidak sesederhana itu.

Keira punya rahasia. Bukan rahasia sebenarnya, lebih seperti masa lalu yang ingin ia tutup dan tidak ia lihat lagi. Masa lalu yang menghancurkan Keira Dahulu, Keira sebelum "Insiden" itu terjadi. Masa lalu yang menyebabkan kesedihan ibunya, kemarahan ayahnya, dan kekhawatiran kakaknya. Masa lalu yang membuat Keira percaya bahwa ia sudah rusak, tak dapat diperbaiki lagi. Masa lalu yang membawanya untuk mencari awal baru, dimana ia dapat memulainya dari awal lagi. Itulah yang membawanya ke kota kecil ini. Ya, karena di kota kecil seperti ini hanya hal biasa yang dapat terjadi.

Ia berkenalan dengan seorang gadis yang kemudian menjadi teman dekatnya Rachel Jane, dipanggil RJ, dan kakak laki-lakinya, Jack, yang kelihatan menyukai Keira. Perasaan yang tidak bisa Keira balas, dengan semua trauma yang masih ia rasakan. 

Sayangnya, hidup Keira tidak akan sama lagi karena sebuah hal 'tidak biasa' yang ada di kota ini. Kota kecil ini memiliki klub malam ternama, Afterlife. RJ mengajak Keira untuk datang ke klub ini bersama dengan Jack dan teman-teman mereka yang lain. Karena malam ini akan ada kejadian besar yang dinanti banyak orang: kedatangan keluarga Draven.

Keluarga Draven adalah sumber gosip utama di kota kecil ini. Mereka adalah keluarga multimiliuner pemilik klub Afterlife. Dalam setahun, ada waktu tertentu dimana mereka datang ke Afterlife, area VIP. Area VIP Afterlife adalah salah satu legenda di kota ini. TIDAK ADA warga lokal yang diizinkan naik ke lantai atas Afterlife, area VIP. Disinilah keluarga Draven menghabiskan waktu mereka di Afterlife, bersama semua rekan bisnis mereka, dengan berbagai urusan rahasia yang tidak pernah diketahui oleh warga lokal. Tidak heran, banyak orang yang menanti kedatangan tahunan keluarga Draven.

Menurut yang Keira dengar, ada tiga orang Draven bersaudara, tidak menghitung para pengawal dan orang-orang lain yang menyertai mereka. Sophia Drave, Vincent Draven, dan kakak mereka sekaligus pimpinan keluarga, Dominic Draven. Ketika akhirnya Keira melihat mereka untuk pertama kalinya di malam kedatangan mereka di Afterlife, hanya satu orang yang menarik perhatian Keira, karena ini bukan pertama kalinya ia melihat orang itu. Beberapa kali orang itu ada di mimpinya, tetapi bagaimana mungkin ia dapat memimpikan orang yang belum pernah ia temui? Orang itu, tak lain dan tak bukan, adalah Dominic Draven sendiri. 

Apakah Keira akan mencari tahu lebih lanjut, siapa keluarga Draven dan bagaimana ia bisa merasa pernah bertemu dengan Dominic Draven ketika ia belum pernah bertemu dengannya? Lalu, kenapa Keira mulai melihat kembali monster-monster yang sering ia lihat ketika kecil, terutama setelah sejak lama ia berhasil menghalau penglihatan tersebut. Dan yang terpenting, kenapa semua kejadian aneh ini berpusat di keluarga Draven? Perasaan tertarik apa yang dirasakan Keira pada Dominic Draven, dan kenapa mimpi-mimpi tentang dirinya mendatangi diri Keira. Akan tetapi, apakah Keira ingin mengetahui jawabannya?

Welcome to Afterlife!  Kata-kata saja tidak cukup menggambarkan bagusnya serial ini. Serial? Yups, karena walaupun aku sangat-sangat-sangat (lebay!) merekomendasikan serial ini secara keseluruhan, buku ini sendiri memiliki beberapa kelemahan. Jadi, mari kita mulai dari sisi jelek terlebih dahulu, walau tenang saja karena sisi bagusnya jauh lebih banyak.

Tuesday, October 28, 2014

The Heroes of Olympus: The Blood of Olympus

Di tengah pekerjaanku yang sedang padatnya ini buku terakhir dari seri yang amat aku (dan kita semua) tunggu, The Heroes of Olympus, akhirnya mencapai babak terakhir dengan terbitnya buku kelima; The Blood of Olympus. Walaupun aku memperoleh buku ini di hari pertama, kerjaan yang sedang menumpuk membuatku hanya dapat membaca sepulang kerja (baca: jam 9 malam ke atas) dan baru belakangan ini akhirnya selesai jugaaaa.

Jadi, bagaimana kesan pertamaku setelah menyelesaikan buku ini. Hmm.... tidak mengecewakan, elegan dan memuaskan, memberikan penutup yang pantas (*cough *lirik Alegiant). Akan tetapi, jika harus membandingkannya dengan the Last Olympian, kisah penutup serial Percy Jackson, aku dengan menyesal harus menyampaikan; this a different book, and in a different level with the Last Olympian (T_T). Tapi protes dapat menanti di bagian lagi, oke?

Our beloved uncle Rick benar-benar tahu bagaimana caranya memulai sebuah buku yang merupakan akhir dari seri. The Last Olympian dimulai langsung dengan Percy dijemput Beckendorf lalu meledakkan kapal pesiar Luke (good old time *weps), The Serpent's Shadow dimulai dengan Carter dan Sadie mencari Kitab Memunahkan Apophis versi Setne dan BAAAM, sedangkan The Blood of Olympus dimulai dengan Jason sebagai orang tua (ehm?), bersama Piper dan Annabeth sedang dalam penyamaran untuk menyusup ke Ithaca, istana lama Odysseus, dimana para spirit jahat sedang berkumpul besar-besaran
untuk mendukung Gaea. Mereka menyamar sebagai spirit yang dibangkitkan Gaia, terima kasih pada kemampuan mengendalikan Kabut Hazel yang semakin keren saja.

Tujuan mereka menyusup adalah untuk mendapat informasi, karena mereka bertujuh sedang dihadapkan pada pilihan sulit; kemana dan arah mana yang akan mereka ambil, jalur mana yang paling aman bagi mereka. Untungnya informasi ini dapat mereka peroleh ketika salah satu ghoul, Antinous, menganggap Jason sebagai salah satu orang mati yang dibawa Gaia kembali, yang bernama Iros. Dari celotehan para ghoul itu Jason mendapat informasi yang amat penting; 1) Porphyrion (Raja Raksasa, kalian ingat?) teryata berada di Athena dan disanalah mereka akan membangkitkan Gaia, 2) Semua jalan yang tersedia bagi mereka telah ditutup, satu-satunya yang aman adalah melewati Peloponnesse, 3) Delphi tidak lagi dibawah kuasa Apollo, artinya kekuatan ramalan telah tertutup.

Mendapatkan informasi yang mereka butuhkan, Jason hendak pergi dengan segera sebelum para ghoul menyadari siapa mereka. Akan tetapi, ia dihadap oleh tak lain dan tak bukan, hantu sesama Romawi, Michael Varus. Ingat siapa dia? Buka lagi Son of Neptune kawan, Varus adalah praetor Legiun yang memimpin misi-berubah-bencana untuk mendapatkan kembali Elang ke Greenland. Ia telah kembali untuk melayani Gaea, tetapi bukan ia yang benar-benar mengenal Jason. Sesosok hantu lain-lah yang datang untuk Jason, ibu Jason dan Thalia, Beryl Grace. Ia kembali sebagai sesosok remnant, sisa dari dirinya di masa lalu, dan meminta Jason untuk bergabung bersama dirinya dan meninggalkan pihak para dewa.

Yep, kalian tahu bagaimana ending kejadian ini. Jason tidak mungkin dapat terhasut, terutama karena ada Piper dan Annabeth. Tetapi, tetap saja, kenangan Jason tentang ibunya adalah kenangan terburuk yang ia ingat dan disinilah ia harus menghadapi mimpi buruknya. Akan tetapi, berkat Piper dan Annabeth, Jason dapat berdiri kembali dan melenyapkan remnant ibunya. Bersama mereka bertiga melawan semua ghoul dan spirit yang ada di tempat itu. Mereka berhasil menang, tetapi Varus berhasil menikam Jason dengan pedang dari emas imperial, tepat menembus perut Jason. Piper dan Annabeth
berhasil menjaga Jason dan kembali ke kapal, tetapi sebelum itu mereka berhasil mendapat saran dari Juno untuk mengambil jalan lewat Peloponnese, mencari dewi kemenangan, Nike, di Olympia, dan berusaha bertemu Apollo dan Artemis di Dellos.

Di sisi lain, perjalanan Reyna, Nico, dan pelatih Hedge tidak berjalan mulus. Dalam sebuh lompatan dengan perjalanan bayangan, mereka nyaris mendarat tepat di atas kawah Vesuvius. Dengan bantuan Reyna, Nico berhasil menyelamatkan mereka. Akan tetapi, kali ini mereka mendarat di kota dengan sejarah tragedi paling mengerikan dalam sejarah, Pompeii. Nico harus beritirahat untuk mengembalikan kekuatannya sebelum melakukan lompatan lagi, sehingga mereka terjebak di Pompeii untuk sementara. Saat itulah Reyna mendapat visi mimpi tentang apa yang terjadi di Legiun, dan bagaimana Octavian berbuat semena-mena untuk memastikan kekuasaannya. Reyna juga mendapatkan ancaman dari Gaia tentang pemburu yang telah dikirim untuk mengejar mereka. Sialnya, sebelum mereka sempat meninggalkan Pompeii, Gaia memberi mereka 'hadiah' berupa hantu romawi bertubuh tanah yang bahkan tidak dapat dikendalikan Nico.

Tidak ada yang mudah sama sekali bagi kedua perjalanan ini. Ketujuh demigod mendapat kabar tidak menyenangkan dari Nike, bahwa salah satu dari tujuh demigod akan mati, dan tidak ada yang dapat dilakukan untuk menghentikan hal itu. Perjalanan Reyna dan Nico juga tidak mudah, ketika Reyna dihantui oleh masa lalunya, dan Nico oleh masa depannya. Seiring dengan setiap lompatan bayangan, Nico semakin melebur dengan kegelapan. Hades sudah mengingatkan Nico bahwa ia sangat mungkin tidak akan dapat bertahan. Tetapi mereka harus tetap maju karena satu-satunya cara memulihkan para
dewa, menyatukan kedua perkemahan, DAN menghentikan Gaia adalah membawa kembali Athena Parthenos. Tetapi, apa yang menunggu mereka di depan ketika mereka semua sudah tahu kehilangan apa yang menanti mereka di depan???

Wednesday, October 09, 2013

The Heroes of Olympus: The House of Hades

To my wonderful readers
Sorry about the last cliff-hanger.
Well, no, not really. HAHAHAHA
But seriously, I love you guys.
--- Rick Riordan

God of Olympus! Uncle Rick benar-benar paham bagaimana caranya membuat kita semua fansnya mencak-mencak saking kesalnya. Setelah akhir The Mark of Athena membuat kita semua melongo begitu shock-nya, sekarang ia bergurau dengan kita tentang cliff-hanger itu. Oke. Maaf diterima. 

Setelah selama satu tahun membuat perut kita melilit karena menantikan apa yang terjadi dengan Percy dan Annabeth, akhirnya tanggal 8 Oktober ini kita mendapatkan apa yang kita tunggu; seri keempat Heroes of Olympus, The House of Hades. Dan saya langsung membacanya di hari terbit ini. 

Opini pertama setelah selesai: Wuih, baru menarik napas panjang setelah buku ini selesai. Betulan! Begitu banyak aksi dan kejadian diremas dalam satu buku sampai aku sadar betapa enaknya bernapas dalam dan panjang setelah selesai membaca buku ini. Tapi, mari kita urut membahasnya (^_^). Ngomong-ngomong buku in berisi begitu banyak kengerian, ketegangan dan informasi luar biasa yang kontroversial sehingga Anda menghadapi kemungkinan besar untuk SPOILER ALERT. Anda sudah diperingatkan.

Kisah The House of Hades dimulai beberapa hari setelah akhir Mark of Athena. Argo II, sekarang hanya diawaki oleh Leo, Jason, Piper, Hazel (dan Pelatih Hedge), sedang berusaha melewati sebuah pegunungan untuk meninggalkan Italia dengan selamat, menuju Yunani. Mereka dihadapkan jalan buntu; melewati celah gunung tidak mungkin karena para dewa gunung, numina montanum (atau ourae, terserah kalian) menghalangi mereka. Lewat laut juga bukan pilihan, dengan hilangnya .... Percy (T_T). Saat kebingungan inilah, Arion (kuda paling keren di dunia!) datang mencari Hazel untuk membawanya ke suatu tempat, yang kemungkinan dapat memberi mereka jawaban. Tentu dengan asumsi Hazel dapat bertahan hidup (yaiks! hari biasa demigod).

Di sinilah kita bertemu dengan Hecate. Yep, Hecate sang Dewi Sihir, Kabut, dan Persimpangan. Ia menyatakan ketertarikannya kepada Hazel, terutama dengan menyatakan bakat magis Hazel yang sangat kuat. Akan tetapi, yang lebih penting adalah pilihan dan kemungkinan masa depan yang ia tunjukan pada Hazel. Barat akan membawa mereka kembali pulang dengan Athena Parthenos, mungkin dapat mencegah pertumpuhan darah antara Perkemahan Jupiter dan Perkemahan Blasteran. Timur adalah jalan yang sulit dengan hadangan para dewa gunung, dan kemungkinan besar hancurnya Argo II. Kemungkinan kecil mereka dapat mencapai Epirus, Wisma Hades. Tapi arah ini juga dapat membebaskan tanggung jawab mereka. Mereka akan selamat dan perang melawan Gaea akan kalah atau menang tanpa mereka. 

Masalahnya, jalan manapun yang dipilih akan berakhir pada satu hal mutlak: kematian Percy dan Annabeth. Dan hal ini jelas TIDAK masuk menu Hazel. Hecate lalu menawarkan satu jalur lagi: Utara. Melintasi Italia hingga titik terjauh lalu baru melintasi pantai timur menuju Yunani. Jalan jauh dan memutar sehingga mungkin tidak terprediksi oleh Gaea dan pasukannya. Akan tetapi, ada satu syarat mutlak untuk dapat melewati jalur ini dengan selamat: Hazel harus belajar mengendalikan Kabut. Yups, S-I-H-I-R. Jika Hazel gagal, berarti kematian dan kegagalan bagi mereka semua. Tentunya jalur inilah yang dipilih Hazel karena ia tidak mungkin meninggalkan misi ataupun teman-temannya (baca: Percy dan Annabeth).

Jauh, jauh di dalam kedalaman Tartarus. Annabeth merasa ia dan Percy sudah jatuh untuk waktu yang sangat lama. Apakah Tartarus punya dasar? Pertanyaan itu menghantui Annabeth hingga mereka jatuh ke dalam sebuah sungai, selamat karena Percy tentu saja. Akan tetapi, sungai ini bukan sungai biasa. Satu dari lima sungai yang mengalir melalui Dunia Bawah, Cocytus, sungai ratapan. Berusaha menghindari semua bisikan, penderitaan, dan ratapan yang dibawa oleh sungai itu, Annabeth berhasil menarik Percy ke tepi sungai. Hanya saja, tepi sungai itu bukan pasir melainkan pecahan-pecahan kecil kaca hitam yang sebagian menancap di tangan Annabeth.

Tubuh Arachne jatuh tidak jauh dari mereka (ugh!), tetapi bukan itu masalah besarnya. Mereka terdampat di Tartarus, rumah semua monster, tanpa perlengkapan dan bekal apapun. Annabeth kehilangan ranselnya yang terutama berisi laptop Daedalus dan pisau perunggu langitnya (Yah, pisau itu). Di tengah kondisi mereka yang lelah, terluka, dan setiap helaan napas dan detik yang mereka habiskan digunakan Tartarus untuk menyedot energi mereka, Annabeth menyimpulkan bahwa satu-satunya kesempatan bagi mereka adalah menemukan sungai api, Phlegeton. Beberapa legenda menyebutkan tentang kemampuan sungai itu menyembuhkan. Macam ambrosia Dunia Bawah.

Apa bayangan kalian tentang Tartarus? Neraka biasa? Huh, lebih dari itu. Jangan lupa, bahwa neraka ini adalah tubuh dari sang Tartarus, ayah para raksasa. Setiap yang ada di dalam Tartarus adalah bagian dari tubuhnya. Tanah yang mereka pijak adalah ototnya, lima sungai yang mengalir adalah pembuluh darahnya, setiap monster adalah sel tubuhnya, dan Percy-Annabeth adalah kuman yang tidak diundang (yaiks!).

Tuesday, July 23, 2013

The Goddess Test, Kisah Cinta Mitologi di Masa Modern

Aku tidak mengira akan menemukan novel-bersumber-mitologi lain yang aku suka selain karya-karya Rick Riordan. Yup, jika bicara tentang novel berdasar mitologi bergenre remaja, petualangan, dan unggul pada keakuratan mitologi, novel karya om Rick memang paling baik. Akan tetapi, bagaimana jika dilihat dari keunggulan sisi lain? 

Adakah novel mitologi lain yang berhasil mendapat tempat di favorite list-ku. Ternyata ADA. Sebuah novel serial YA yang mengambil dasar mitologi Yunani, tepatnya kisah Hades dan Persephone. Persiapkan dirimu untuk serial The Goddess Test, by Aimee Carter.

Sayang lima puluh ribu sayang, novel ini belum ada edisi Indonesianya. Huh, saya sudah menyarankan buku ini kepada beberapa penerbit, tetapi kita lihat saja bagaimana kelanjutannya. Semoga saja dengan review di blogku ini, ada seseorang yang akan menyadarinya.

Katherine Winter, seorang gadis remaja berusia 16 tahun, tidak memiliki keluarga lain selain ibunya. Akan tetapi, kanker ganas mengancam untuk mengambil nyawa satu-satunya orang yang berarti dalam hidup Kate itu. Ketika sebagian besar remaja menghabiskan waktu mereka untuk bersenang-senang bersama teman sebaya mereka, Kate menghabiskan waktunya untuk merawat ibunya. Ia selalu dicengkram ketakutan akan tibanya hari ketika ia terbangun dan menyadari bahwa ia sendirian di dunia ini. 

Perjalanan terakhir Kate dan ibunya membawa mereka ke Eden, kota kecil yang merupakan kampung halaman ibunya. Di tempat itulah Kate akan menemani ibunya untuk menghabiskan hari-hari terakhir mereka bersama. Di tempat itu juga Kate melihat Eden Manor, sebuah mansion yang entah kenapa begitu berkesan untuk ibunya. Kehidupan Kate di Eden juga ternyata tidak sesuram yang ia bayangkan. Di sekolah, Kate bertemu dengan seorang pemuda bernama James dan Ava, seorang gadis yang merupakan idola sekolah. James cepat dekat dengan Kate, sedangkan Ava memandang Kate dengan curiga karena menganggap pacarnya, Dylan, menyukai Kate.

Namun, kehidupan Kate berubah selamanya ketika pada suatu malam Ava mengajaknya datang ke pesta di hutan. Ternyata, Ava mengajaknya ke hutan di dekat Eden Manor. Di tempat itu, Ava dengan sengaja meninggalkan Kate di seberang sungai karena mengetahui ketakutan Kate akan sungai. Sebuah kecelakaan terjadi ketika Ava ingin 'mengerjai' Kate. Secara tidak sengaja kepala Ava membentur batu di dasar sungai dan ia pun tewas. 

Di tengah kebingungan dan kengerian yang dialami Kate, tiba-tiba muncul seorang pria tampan misterius bernama Henry. Pria itu menawarkan untuk menghidupkan kembali Ava, tetapi sebagai gantinya ia akan meminta sesuatu dari Kate. Henry tidak menyampaikan apa yang ia minta, tetapi ia hanya mengatakan agar Kate membaca kisah mitologi Persephone. Walaupun Ava mencoba mencelakainya, Kate tidak dapat membiarkan Ava mati sehingga ia setuju dengan syarat Henry. Henry menghilang dengan misterius, tetapi Ava ternyata benar-benar hidup kembali.

Monday, December 24, 2012

The Heroes of Olympus: The Mark of Athena

Yah, karena ternyata banyak request, jadi blogku kali ini akan membahas buku ketiga Heroes of Olympus, The Mark of Athena.

Oh-ke! Jadi seperti yang kita ketahui tanggal 2 Oktober kemarin The Mark of Athena telah rilis. Sehari kemudian saya dapet e-booknya (duh, dunia internet! Dua hari kemudian selesa baca bukunya. Tapi MAAF BANGET BARU SEMPAT BUAT REVIEW SEKARANG (T_T). Jadi langsung aja deh!!

The Mark of Athena dimulai langsung setelah akhir The Son of Neptune. Seperti yang kita ketahui, Roman Camp bersiap untuk menyambut tamu mereka, pertamakali nya mereka menyambut Yunani dengan damai dan tangan terbuka (Ouch, betulkah begitu?).

Even di buku ini dimulai dengan sudut pandang Annabeth di atas Argo II. Setelah sekian lama mengkhawatirkan Percy, Annabeth bertanya-tanya; apakah Percy berubah? bagaimana jika ia lebih suka berada di Roman Camp? Tetapi, Annabeth tidak punya banyak waktu untuk khawatir karena Argo II langsung didatangi tidak lain dan tidak bukan oleh sang Penjaga Kota, Terminus. Mereka tidak diizinkan untuk mendarat di dalam kota. Tidak ada senjata dalam batas garis Pomerian, dan seluruh Argo II secara teknis adalah senjata.  Jadi?

Annabeth menyarankan agar mereka turun ke bawah dan memperkenalkan diri secara resmi sementara Argo II tetap terbang di atas kota. Jadi, secara teknis tidak ada senjata di dalam kota. New Rome sangat berkesan bagi Annabeth, tentu saja dengan demigod dari berbagai generasi dan segala arsitektur bangunannya (yeah, ini Annabeth). Tetapi tidak ada yang menandingi reuni Annabeth dan Percy. Priceless! Bagaimana Reyna dijabarkan di mata Annabeth juga oke banget.

Selanjutnya adalah waktu-waktu yang manis antara Romawi dan Yunani. Pesta makan malam dimana Percy dan Jason menampilkan tanda sebagai best friend forever dengan memecundangi Octavian (sayang no-Rachel). Saat ini juga kedua perkemahan membicarakan tentang Ramalan Besar Kedua atau Ramalan Tujuh (yeah, istilah mana yang kalian gunakan?). 

Perlahan Reyna juga menyadari bagaimana hubungan Piper dan Jason, dan ia tidak menyukainya. Tapi, bagi Annabeth tidak ada waktu yang lebih penting dibandingkan waktu ketika ia mendapat kesempatan untuk berbicara berdua saja dengan Reyna. 

Reyna adalah pendengar yang baik dan Annabeth adalah pengamat yang baik. Ia menyadari betapa Reyna merasa kehilangan Jason, beban yang harus ia tanggung sendirian, dan bagaimana rasanya melihat Jason kembali dengan seorang gadis yang resmi sebagai pacarnya (yaiks!). Mereka terlihat sangat akrab banget dan punya potensi jadi sobat baik (sebagai sama-sama putri dewi perang!). 

Sialnya, bencana yang paling ditakuti datang. Entah kenapa, Leo menggunakan Argo II untuk menyerang New Rome. Ini pernyataan perang dari Yunani kepada Romawi!!!! Percy, Annabeth dan yang lainnya nyaris tidak dapat melarikan diri saat para demigod Romawi menyerang mereka. Untungnya mereka berhasil melarikan diri dengan Argo II, bersama mereka ikut serta Jason (yang jelas paham ada yang tidak beres) serta Frank dan Hazel (yang akan mengikuti Percy sampai ke Dunia Bawah sekalipun).  

Ketujuh demigod ini menyadari bahwa mereka harus menuju Roma, setelah itu  Yunani, untuk menghentikan Gaea. Menemukan Nico dan menutup Pintu Ajal. Tetapi, untuk melakukan itu mereka harus melewati Mae Nornstrum, nama lama untuk Laut Tengah, tempat dimana masa lalu masih hidup. Terlebih lagi, mereka mengetahui belakangan bahwa para dewa-dewi sedang menghadapi masalah. Perang bersaudara yang pecah telah membuat semua dewa-dewi terbelah antara identitas Rowawi dan Yunani mereka, dan membuat mereka menghadapi konflik kepribadian yang parah. Well, singkatnya, tidak akan ada pertolongan dari Olympus lagi. Dan semua itu harus dilakukan dengan menghindari kejaran marah Legiun yang dipimpin Octavian.

Di sisi lain, Annabeth menyadari bahwa ia harus melangkahi jalan yang berbeda dengan teman-temannya, sendirian. Ia harus mengikuti Tanda Athena, untuk menemukan kembali apa yang konon dicuri Romawi dari Yunani ratusan tahun silam. Sesuatu yang merupakan penyebab utama konflik ratusan tahun ini, dan (mungkin) dapat menjadi kunci yang mengakhiri perang saudara ini. Tapi apakah ia akan berhasil? Karena selama ini tidak ada satupun anak Athena yang kembali setelah mengikuti Tanda Athena. Karena di sana, jauh di dalam kedalaman Roma Lama, di ujung Tanda Athena, menanti teror terbesar semua anak Athena.

Dikisahkan dari 4 narator (Percy, Annabeth, Leo, dan Piper) kisah ini benar-benar akan memuaskan kita semua Riordan-lovers.

Tuesday, July 31, 2012

EON: Lahirnya Sang Punggawa Naga

Sudah lama aku tidak menemukan buku yang membuatku masuk mode: fans berat. Maksudku, buku yang membuat berdebar-debar, badan sakit karena baca non stop, dan terus terpikir sampai tidur. Sudah lama aku tidak menemukannya sejak Harry Potter tamat. Bahkan serial Hunger Games dan Inheritance (baru baca tahun 2012 ini juga 'kan) tidak mampu memberiku perasaan *WHAT???* (halah, lebay!)

Tidak pernah aku mengira dapat menemukan perasaan ini pada buku fantasi dengan latar belakang seting dan mitologi Asia (baca: Cina dan Jepang). Terakhir kali aku baca buku novel bersetting itu adalah Silver Phoenix dan Kisah Klan Otori, mulai dari Accross the Nightingale Floor sampai Harsh Cry of the Heroin. Keduanya tidak dapat memuaskanku, walau alasannya berbeda. Silver Phoenix mengecewakanku dari segala aspek sedangkan akhir Kisah Klan Otori membuatku melempar buku keempatnya itu ke jendela (beneran lho!).

Jadi, buku yang benar-benar membuatku sesak napas saking terperangahnya adalah kisah dwilogi-nya Allison Goodman, kisah para Punggawa Naga di Eon dan Eona. Berhubung aku orang yang sangat menghargai keteraturan, jadi mari kita masuki dunia para naga lewat Eon: Lahirnya Sang Punggawa Naga.

Kisah ini bersetting di Negeri Naga Kayangan, sebuah negeri yang gampangnya bayangkan saja Cina dan Jepang di era feudalismenya (walaupun menurutku kisah Eon lebih cenderung ke Cina). Negeri ini dilindungi oleh kedua belas naga elemen, yang menjaga keteraturan alam di wilayah mata angin mereka. Kedua belas naga ini dinamakan berdasar dua belas shio Cina, jadi mulai dari Naga Harimau, Naga Kerbau, Naga Kuda, sampai Naga Naga yang disebut Naga Kembar. Rakyat Negeri Naga Kayangan bergantung kepada para Punggawa Naga, manusia yang dapat bersatu dan mengakses dunia energi para naga, untuk menjaga mereka dari bencana alam karena tanah dan air. Sayangnya, sejak 500 tahun yang lalu, Naga Kembar menghilang dan mengakibatkan kekosongan di wilayah timur.

Setiap tahun, seekor naga akan Bangkit sesuai siklusnya. Pada tahun itu juga akan diadakan pemilihan untuk murid Punggawa Naga, penerus kekuatan untuk naga yang Bangkit pada tahun tersebut. Anak yang terpilih akan menjadi murid selama 11 tahun untuk akhirnya menjadi Punggawa Naga penuh sekaligus memimpin kesebelas Punggawa Naga lainnya, saat naganya Bangkit di tahun ke-12. Punggawa Naga sebelumnya akan pensiun dan siklus akan terus berlanjut.

Eon adalah murid Bangsawan Brannon, mantan Punggawa Naga Harimau. Di bawah didikan master-nya, ia dipersiapkan untuk menghadapi upacara pemilihan untuk Punggawa Naga Tikus. Gurunya amat berambisi untuk mensukseskan Eon karena berharap memperoleh kembali kejayaan lamanya. Eon adalah anak yang istimewa. Ia mempunyai kemampuan untuk melihat dunia energi dan melihat kesebelas naga sekaligus (minus Naga Kembar yang hilang), sebuah kemampuan yang bahkan tidak dimiliki Punggawa Naga. Sayangnya, cacat di pinggul Eon membuatnya tidak dipandang oleh para bangsawan ataupun kandidat lainnya.

Tapi, ada rahasia lain yang dipendam Eon dan gurunya. Sebenarnya Eon adalah seorang perempuan. Ambisi gurunya membuat mereka berdua menutup rahasia ini rapat-rapat dengan harapan Eon dapat terpilih menjadi Punggawa Naga. Seperti yang sudah dipercaya selama 500 tahun, perempuan tidak memiliki tempat di dunia sihir naga. Hukuman untuk penipuan seperti ini adalah kematian. Tetapi, Eon dan gurunya berani mengambil resiko karena mereka melihat peluang, dan ini adalah taruhan terakhir mereka. Orang-orang lain memandang remeh Eon karena ia seorang cacat, tetapi seperti kata Lord Brannon "Kau tidak tahu bagaimana seekor naga memilih".

Sunday, November 06, 2011

Perjuangan dan Pengorbanan. Devil's Kiss

Apakah Anda sedang mencari novel yang berbeda dengan genre umum? Anda mencari sebuah dark story, konflik emosional, kisah penuh aksi (dengan pedang, bela diri, dll), fantasi yang menggunakan dasar mitologi agama, dan (yang paling penting) tokoh utama seorang gadis tangguh yang keren? Jika YA, Anda harus baca novel ini, Devil's Kiss by Sarwat Chadda.

*sigh* Aku baru membaca english e-book saja. Jadi, mungkin aku lebih menggunakan istilah dan kutipan bahasa Inggris. Tetapi, novel ini keren banget jadi begitu aku temukan edisi Indonesia aku akan langsung beli (^_^). Btw, spoiler alert!

Tokoh utama kita adalah Billi SanGreal, putri dari Master Ksatria Templar. Templar? Yup, Ksatria Templar yang itu, yang bertarung di Perang Salib, salah satu organisasi paling berkuasa yang pernah ada, dan konon menemukan harta di bawah Kuil Solomon (jika sudah baca The Da Vinci Code kalian pasti sudah tahu semua legenda Templar, kan)

Billi adalah satu-satunya wanita yang menjadi Ksatria Templar. Ia, ayahnya, dan tujuh orang lain adalah Ksatria Templar di masa kini, yang tersisa dari pemusnahan Templar. Kini beroperasi di London abad 21, Templar telah mengakhiri perang agama yang mereka geluti di masa lalu dan beralih ke perang yang lebih penting, perang demi menyelamatkan manusia. Perang melawan para Unholy, makhluk-makhluk supernatural yang memangsa manusia. The Bataille Tenebrause. 

Billi tidak pernah meminta untuk menjadi seorang Templar dengan kehidupan berdarah yang dipenuhi tuntutan ayahnya. Tetapi, nasib seperti sudah digariskan untuknya. Ibunya dibunuh oleh ghul (atau vampir) saat ia berusia 5 tahun. Ketika ia berusia 10 tahun, ayahnya menunjukkan dan membawa ia ke dunia ini. Sekarang sudah 5 tahun berlalu, dan ia menyadari bahwa ia tidak ingin menjadi Templar. Tetapi, inilah takdirnya. Atau, betulkah begitu?

Depresi yang dialami Billi seakan bertambah ketika teman masa kecilnya, Kay, kembali setelah satu tahun pergi ke Jerussalem. Kay diadopsi oleh Templar ketika kecil dan tumbuh bersama Billi. Ia adalah Oracle Templar. Menurut Billi, Kay kembali sebagai orang yang berbeda. Ia menganggap Kay seperti ayahnya, mengutamakan tugas sebagai Templar di atas segalanya. Tetapi, bagaimanapun Kay memiliki tempat spesial di hati Billi. Sampai Billi bertemu Mike Harbinger. Pemuda tampan itu menyentuh hati Billi dengan sikap perhatiannya, dan kemampuannya memahami penderitaan Billi. Sayangnya, Billi tak punya waktu untuk masalah pribadi karena Templar menghadapi masalah serius, yang hanya mungkin disebabkan seorang grigori, Dark Angel, Pengawas.

Wednesday, October 12, 2011

The Heroes of Olympus: The Son of Neptune

Akhirnya, Percy is back! Tak lain dan tak bukan di seri kedua dari The Heroes of Olympus. Judulnya, Son of Neptune. Seperti yang bisa ditebak. Ini adalah lanjutan dari The Lost Hero. (Btw, spoiler alert!)

Sebelumnya, kita berkenalan dengan Jason, Piper, dan Leo serta kembali ke Camp Half-blood tercinta kita. Sekarang, akhirnya kita kembali bertemu Percy (yes!), berkenalan dengan Hazel dan Frank, serta mengunjungi Camp Jupiter untuk pertama kalinya. Jupiter? Yeps, seperti yang bisa ditebak, buku ini (akhirnya) bercerita tentang camp untuk Roman demi-god dan sisi Romawi para dewa.

Kisah bersetting sekitar 7-8 bulan sejak The Lost Hero. Dimulai dengan Percy yang melintasi San Fransisco menuju Roman camp dengan dikejar dua Gorgon, saudari Medusa. Dia tidak ingat siapa dan darimana ia berasal. Ia hanya ingat bahwa namanya adalah Percy Jackson, dan seorang gadis bernama Annabeth (so sweet!) Dua gorgon itu berkali-kali dibunuh tetapi terus hidup kembali. Alasan Percy masih hidup adalah karena ia masih menyandang kutukan Achilles dan membawa riptide.

Setelah menjatuhkan diri dari tebing demi melarikan diri, Percy melihat sebuah terowongan. Terowongan, yang bagi orang yang dapat melihat menembus Kabut, adalah sebuah jalan masuk. Saat itulah Percy bertemu seorang wanita tua yang menyebut dirinya June. June mengatakan bahwa terowongan itu adalah jalan masuk ke Camp, dan ia meminta Percy membawanya ke sana. Di sana ia dibantu oleh dua penjaga terowongan itu, dua anak bernama Frank dan Hazel. Mereka membantu Percy melarikan diri dari para gorgon. Setelah melewati terowongan sampailah mereka di sebuah lembah, dengan kota dan perkembahan militer. Roma, Camp Jupiter. 

Saturday, April 23, 2011

The Kane Chronicles : The Red Pyramid

Rick Riordan memberikan buku bagus lagi! Kayaknya belum ada bukunya Riordan yang nggak aku suka. Dan kali ini kita akan membaca lagi myhtology-based novel khas Riordan, dalam serial barunya, The Kane Chronicles, dengan seri pertamanya: The Red Pyramid. Piramid? Yep. Jika sebelumnya kita sudah kenyang dengan mitologi Yunani di serial Percy Jackson (dan dilanjutkan The Heroes of Olympus), sekarang kita akan berurusan dengan mitologi Mesir.

Tokoh utama kita adalah Sadie dan Carter, dua bersaudara yang tumbuh terpisah. Sejak kematian ibu mereka, Sadie tinggal bersama kakek dan nenek mereka yang tinggal di Inggris, sedangkan Carter ikut bersama ayah mereka, seorang arkeolog yang pergi ke berbagai penjuru dunia. Sadie dan Carter hanya bertemu dua kali dalam setahun, hari dimana kakek dan nenek mereka mengizinkan Sadie menemui ayah mereka. Akibatnya, Sadie dan Carter lebih seperti sepupu jauh daripada kakak beradik.

Kisah ini dimulai di hari pertemuan keluarga. Sayangnya,sejak awal hari ini sudah terasa tak biasa. Carter melihat ayahnya tampak amat waspada. Saat mereka sampai di depan rumah kakek-neneknya, Carter melihat ayahnya berbicara dengan pria aneh di depan rumah. Carter lalu masuk ke rumah sendiri dan bertemu Sadie, yang sudah menunggu di depan pintu dengan sikap cueknya. Ketika mendengar pembicaraan misterius ayah mereka, Sadie langsung menuju keluar untuk menguping walau dicegah Carter (menurut Sadie, ketika orang dewasa melarang untuk melakukan sesuatu, berarti hal itu pantas untuk dilakukan).

Ayah mereka sedang terlibat ketegangan dengan pria itu, yang bernama Amos, dan anehnya terasa familiar bagi Carter dan Sadie. Pria itu berusaha mencegah ayah mereka untuk melakukan sesuatu. Sadie mengagetkan mereka, dan mereka berhenti berbicara. Begitu pria itu pergi, ayah mereka mengajak Sadie dan Carter ke British Museum (“Satu malam bersama, dan kau justru ingin melakukan penelitian," gerutu Sadie). 

Ayah mereka mengajak mereka ke Museum untuk melihat Rosetta Stone, artifak yang memecahkan rahasia cara membaca hieroglif untuk pertama kalinya. Setelah berhasil 'menyingkirkan' sang kurator museum untuk sementara, ayah mereka meminta Sadie dan Carter mengunci sang kurator di ruangannya dan menunggu dirinya di luar ruangan. Bukan Sadie jika menuruti perkataan ayahnya. Setelah mengunci si kurator, ia dan Carter mengendap-endap masuk kembali ke dalam ruang pameran. Ayah mereka tampak berada di sisi Rosetta Stone, menggunakan sebuah tongkat untuk menuliskan hieroglif bercahaya di batu itu, yang anehnya dapat dimengerti Sadie (yang seumur hidup tak pernah berurusan dengan hal-hal seperti itu!).

Saturday, April 16, 2011

The Heroes of Olympus: The Lost Hero

Child of lightning, beware the earth
The giant's revenge the seven shall birth
The forge and the dove shall break the cage
And death unless through Hera's rage

Kalimat ramalan? child of lightning? Hera's rage? Apa buku ini ada hubungannya dengan seri Percy Jackson yang sudah tamat? Yup. betul. The Lost Hero adalah buku pertama dari seri Heroes of Olympus karya Rick Riordan, yang merupakan sekuel dari serial Percy Jackson. Dan, kali ini kita tidak akan hanya berurusan dengan mitologi Yunani, tetapi juga mitologi Romawi, yang keduanya berhubungan erat.

Jika kalian sudah membaca seri terakhir Percy Jackson, The Last Olympian, kalian pasti mengetahui tentang Ramalan Besar kedua Sang Oracle. Nah, Ramalan itu akhirnya dimulai. Dan kisah di buku ini adalah awalnya. Bersetting waktu dua musim setelah Perang Titan Kedua dan jatuhnya Kronos, kita akan berkenalan dengan karakter-karakter baru yang merupakan awal dari kalimat pertama Ramalan Besar, Tujuh blasteran akan menjawab panggilan. 

Kisah dimulai dengan bangunnya seorang cowok bernama Jason di bus wisata sekolah, dengan seorang cewek bernama Piper yang mengatakan bahwa ia adalah pacar Jason, dan seorang cowok bernama Leo yang menyatakan sebagai sahabat Jason. Sekilas nggak kelihatan aneh. Masalahnya, Jason tidak mengenal mereka. Ia bahkan tidak tahu siapa dirinya sendiri dan mengapa ia bisa sampai di situ. Semua orang seakan mengenalnya, kecuali pimpinan rombongan, Pelatih Hedge, yang melihat Jason seperti melihat hantu.

Sesampainya di Grand Canyon, Pelatih Hedge menyatakan bahwa Jason tidak gila. Ia belum pernah melihat Jason sampai hari ini, muncul tiba-tiba di dalam bus. Kabut yang amat kuat melingkupi Jason, mempengaruhi ingatan dan membuat orang merasa mengenalnya. Ia yakin bahwa Jason adalah blasteran. Tetapi, sebelum berbicara lebih jauh, mereka diserang oleh roh badai. Ternyata, Piper dan Leo adalah blasteran dan Pelatih Hedge adalah satyr yang dikirim untuk menjaga mereka.

Jason mengambil sebuah koin emas dari sakunya, dan melemparnya ke udara seakan ia sudah berkali-kali melakukannya. Koin itu berubah menjadi pedang emas saat ditangkap, dan dengannya Jason melawan roh badai. Sayangnya, roh badai terakhir berhasil melarikan diri dengan membawa Pelatih Hedge yang mencoba menyelamatkan Leo. Beberapa saat setelah roh badai itu pergi, sebuah pegasus yang menarik kereta tempur turun dari langit. Sepasang anak menaikinya. Jason menceritakan semuanya kepada mereka. Anehnya, ia merasa seakan tahu dan pernah bertemu dengan monster-monster seperti itu. Jason menyebut roh badai itu venti, tetapi cewek itu membantahnya. Venti adalah istilah Romawi, anemoi thuelai adalah istilah Yunani-nya, menurut cewek itu.

Monday, December 21, 2009

Ketika Iblis Berbicara. Demon: A Memoir


Manusia, dimanapun dia, siapapun dia, seringkali tidak mensyukuri apa yang sudah dia miliki. Banyak dari mereka yang tidak menyadari betapa beruntungnya kita, manusia, dengan semua yang kita miliki.Kecenderungsan setiap makhluk untuk tidak menyadari keberuntungan mereka sebelum mereka kehilangan semuanya-lah tema utama dari buku mengesankan ini, Demon: A Memoir, karya Tosca Lee.

Buku ini berkisah tentang seorang editor penerbitan kecil bernama Clay. Suatu hari, tanpa diduga, ia bertemu dengan sesosok pria misterius di kafe. Pria itu bersikap seakan dia sudah menanti Clay, padahal Clay sama sekali tidak mengenalnya. Ia memperkenalkan diri dengan nama Lucian, dan ia bersikap - tidak hanya bersikap - ia tahu segalanya tentang Clay. Tentang siapa dia, masa lalu, dan bahkan, apa yang ada di pikiran Clay.

Lalu, kenapa orang ini tampak sangat terobsesi pada Clay? Ia mengklaim bahwa dirinya memiliki kisah yang diinginkan banyak orang. "Saya akan menceritakan kepada Anda kisah saya. Saya sangat berharap kepada Anda, dan Anda akan mendengar semua kisah saya. Saya percaya ini akan sangat menarik bagi Anda. Dan Anda akan menuliskan semuanya dan menerbitkannya" 

Siapakah orang ini sebenarnya? Kenapa ia bisa tahu segalanya mengenai Clay. Hal ini jugalah yang menghantui kepala Clay, menduga-duga siapakah orang ini sebenarnya. Dia bukan orang biasa, begitulah perasaan Clay berkata. Lalu, seakan bisa membaca pikiran Clay, orang itu berkata, "Anda tahu. Kita dapat berbagi sekarang, di antara kita, rahasia tentang siapa saya."

Lalu, jawabannya muncul begitu saja tanpa diundang, di dalam benak Clay. Malaikat yang jatuh. Roh dari kegelapan. Iblis.