Wednesday, September 29, 2010

The Bartimaeus Trilogy: The Amulet of Samarkand.

Bagi anda yang merupakan pengikut setia blog saya ini sejak dahulu, pasti ingat bahwa saya pernah menulis tentang The Bartimaeus Trilogy karya Jonathan straud. Yup, memang saya sudah pernah menulisnya, tetapi waktu itu saya merangkum ketiga buku ini menjadi satu artikel. Setelah dipikir-pikir, buku-buku itu terlalu bagus untuk ditulis sepintas. Jadi, ayo kita telusuri lebih dalam buku pertama trilogi ini, The Amulet of Samarkand.

Setting semua buku Bartimaeus Trilogi ini adalah sebuah dunia dimana negara yang menguasai sihir adalah negara yang menguasai dunia. Peran "penguasa" ini berganti setiap beberapa ratus tahun dari satu negara ke negara lain. Dan sekarang, sejak kejatuhan Praha, Kerajaan Inggris memegang peran sebagai 'penguasa' dengan peradaban sihir yang tertinggi.

Buku ini berkisah tentang seorang anak lelaki bernama Nathaniel, seorang murid penyihir. Murid penyihir adalah anak-anak penduduk yang diserahkan orang tuanya kepada negara, entah karena kenakalan atau karena mereka tidak mampu merawatnya. Begitu pula Nathaniel. Orang tuanya menyerahkan ia pada negara, dan sejak itu, ia terputus sama sekali dengan masa lalunya.

Master Nathaniel adalah salah seorang dari 300 menteri di pemerintahan Inggris. Namanya Arthur Underwood, kepala Urusan Dalam Negeri. Sang master adalah seorang penyihir kuno yang mengabaikan muridnya di luar pelajaran. Tetapi, istrinya, Mrs. Underwood, adalah seorang wanita ramah yang baik hati. Untuk membuat Nathaniel tenang, ia memanggil Nathaniel dengan nama lahirnya, Nathaniel, walaupun seharusnya jangan sebab nama lahir seorang penyihir adalah kelemahan terbesarnya.

Nathaniel adalah seorang pemuda yang cerdas dan ambisius. Oleh karena itu, ia sering tidak merasa puas dengan apa yang diajarkan masternya dan berusaha untuk mencari lebih. Tetapi, rasa hormatnya pada masternya hilang ketika pada suatu hari Nathaniel dipermalukan oleh seorang penyihir muda yang berposisi tinggi di pemerintahan, Simon Lovelace. Dipermalukan di hadapan banyak penyihir tanpa pembelaan sedikitpun dari masternya, Nathaniel menyadari betapa tidak berpengaruhnya masternya dan sejak saat itu, ia bertekad untuk membalaskannya kepada mereka berdua, Lovelace dan masternya.

Menjelang ulang tahunnya yang ke-12, saat ia baru akan mendapatkan nama resminya, Nathaniel melakukan hal yang mustahil bagi anak seusianya. Ia memanggil seorang jin berkekuatan tinggi (dan licik!) bernama Bartimaeus. Nathaniel memerintahkan Bartimaeus untuk mencuri Amulet Samarkand dari kediaman Lovelace dan menyembunyikannya di ruang kerja masternya. Tetapi, Nathaniel melakukan sebuah kesalahan kecil tapi fatal. Bartimaeus berhasil mengetahui nama lahirnya dan menghilangkan kekuasaan Nathaniel akan dirinya. Tetapi, dengan kecerdikannya, Nathaniel berhasil tetap mengendalikan Bartimaeus.

Ternyata, keisengan Nathaniel berdampak jauh lebih besar daripada yang dipikirkannya. Amulet Samarkand milik Lovelace sebenarnya adalah harta karun pemerintah yang dicuri Lovelace untuk sebuah rencana mengambil alih kekuasaan. Nathaniel yang menyadarinya belakangan ketakutan karena Lovelace melakukan apapun untuk mendapatkan kembali amulet itu. Tanpa diinginkan Nathaniel dan Bartimeus terseret ke dalam konflik perebutan kekuasaan yang mempertaruhkan nyawa seluruh jajaran pemerintahan Inggris.

Buku ini beda. Itulah mengapa ia menjadi fenomena. Sihir yang dilukiskan di buku ini berbeda dengan sihir ala tongkat sihir yang akrab bagi kita, penikmat novel fantasi. Sihir pemanggilan demon alias makhluk halus ini terasa baru bagi kita, memberikan variasi yang menyenangkan. 

Selain itu, dari segi penokohan, ni novel bagus sekali! Penceritaannya diambil dari dua sudut pandang, orang ketiga dan orang pertama, yang juga diambil dari sudut pandang dua tokoh Bartimaeus dan Nathaniel. Sudut pandang orang pertama yang diambil dari sudut pandang Bartimeus itu kocak sekali. Sikap Bartimeus yang licik dan kocak adalah daya tarik utama novel ini. Ditambah lagi catatan kaki si Bartimaeus yang benar-benar wajib baca sebab ada banyak info sekaligus humor yang kita dapatkan di sana.

Yah, memang sih ada banyak plot hole di novel ini, terutama jika kita melihatnya secara keseluruhan trilogi. Seperti level jin si Bartimaeus yang berubah-ubah dan tentang bagaimana si Nathaniel dapat mengetahui keberadaan Amulet Samarkand pada Lovelace. tetapi, lubang-lubang ini tidak mencolok, kok. Pokoknya, buku ini benar-benar asyik dibaca dan wajib bagi para penggemar kisah fantasi.

Artikel Terkait :




2 comments:

  1. salah satu buku favoritku adalah Bartimaeus Trilogy ini. Komentar-komentar si Bartimaeus selalu seru dan lucu. Selain itu, cara tulis Jonathan Stroud, beda dengan novel-novel fiksi yang lain. judul di tiap bab menunjukkan siapa yang saat itu lagi di bahas tingkah laku dan perasaannya. Walaupun dari tiga buku, yang paling banyak dibahas ya Nathaniel, Bartimaeus, dan Kitty.
    Hanya sayangnya endingnya bikin sebel deh, terlalu cepat berakhir. sampai kebawa-bawa mimpi.

    ReplyDelete
  2. Memang endingnya itu juga yang buat beda.
    Udah browsing internet? Konon akan ada prekuel untuk ketiga buku ini. Judulnya Ring of Solomon, tetapi aku belum dapat info lebih

    ReplyDelete